Insentif COVID-19 Belum Cair, Ini Jawaban RSUDZA dan Harapan IDI Aceh

    BERBAGI
    Direktur RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, dr.Azharuddin, didampingi seluruh Wakil Direktur RSUDZA, di RSUDZA Senin (30/3/2020), saat menyampaikan apresiasi atas perhatian Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, terhadap tim medis yang berjuang menangani pasien Corona. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Insentif dokter dan tenaga medis yang tergabung dalam Tim COVID-19 di RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA) hingga kini belum cair. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh pun berharap insentif ini segera dicairkan sebagai motivasi pada dokter dan tenaga medis.

    Seperti diketahui, hingga kini insentif para dokter dan tenaga medis di RSUDZA belum juga cair sejak awal penanganan COVID-19 di Aceh. Hal ini pun diakui para dokter dan tenaga medis yang bertugas di RSUDZA.

    Direktur RSUDZA, dr.Azharuddin kepada Waspadaaceh.com, Rabu (1/7/2020), mengakui insentif untuk tim medis belum cair. Namun, pencairan itu dibayarkan oleh pemerintah pusat bukan pemerintah daerah.

    “Harus diketahui insentif pusat yang berikan. KPK melarang pemerintah daerah berikan insentif terpisah. Karena pemerintah pusat sudah alokasikan Rp3 triliun untuk insentif tenaga medis di seluruh Indonesia,” kata Azharuddin.

    Azharuddin mengatakan kondisi saat ini baru cair sekitar Rp22 miliar. Apalagi saat ini, prosesnya sangat lambat dan Provinsi Aceh sama sekali belum menerima.

    “Masyarakat harus mengetahui bahwa Gubernur/Bupati/Wali Kota tidak boleh memberikan lagi insentif jika sudah ada sumber dana dari pemerintah pusat. Bisa pidana karena itu dilarang,” ujarnya.

    Apakah ada rencana Direktur RSUDZA atau Gubernur Aceh untuk menyurati pemerintah pusat? Azharuddin menilai itu sia-sia.

    “Tidak ada manfaatnya, itu aturan nasional, sudah ada refocusing. Apalagi dana APBD ditarik kembali ke pusat untuk kepentingan urusan COVID-19 secara menyeluruh, kesehatan dan non kesehatan,” jelasnya.

    Lalu bagaimana respon IDI Provinsi Aceh? Ketua IDI Provinsi Aceh, Dr.dr.Syafrizal Rahman, MKES SpOT pun berharap insentif ini bisa segera cair sebagai salah satu motivasi dalam bekerja.

    “Sampai saat ini memang petugas medis di Aceh belum dapat. Kita berharap memang dalam waktu dekat keluar insentif tersebut. Secara nasional beberapa daerah sudah menyelesiakan proses pembayaran insentif medis, sementara beberapa daerah lain masih berjuang termasuk Aceh,” ungkapnya.

    Dia berharap mudah-mudahan pejuang COVID-19 di Aceh bisa segera mendapatkan haknya. Namun yang lebih penting lagi adalah pandemi ini berakhir segera dan bisa hidup seperti sediakala.

    “Karena medis akan sangat kelelahan bila ini berkepanjangan. Apalagi terlihat masyarakat sudah mulai abai dengan protokol Corona dan kasus juga semakin banyak,” tegasnya. (sulaiman achmad)

    BERBAGI