Waspada! Sudah 3 Meninggal Positif Corona di Aceh

    BERBAGI
    ILUSTRASI. Proses pemakaman jenazah pasien positif COVID-19 berinisial SUK, 63, warga Sumatera Utara, yang meninggal dunia di RSUDZA Banda Aceh, Rabu (17/6/2020). (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Lagi, seorang pasien positif COVID-19 berinsial AI yang telah berumur 87 tahun, dilaporkan meninggal dunia, Senin tadi malam (29/6/2020). Dengan begitu sudah tiga orang warga terpapar virus Corona di Provinsi Aceh yang meninggal dunia.

    Pasien meninggal dunia sekitar pukul 20.00 WIB, dalam perawatan medis di ruang respiratory intensive care unit (RICU) Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Kota Banda Aceh.

    “Iya meninggal dunia, tadi sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Wakil Direktur Pelayanan dr Endang Mutiawati, di Banda Aceh, Senin malam.

    Pasien AI merupakan warga Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Dia pasien positif COVID-19 yang dirujuk dari Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu.

    Menurut Endang, pasien AI selain terjangkit COVID-19, juga memiliki penyakit penyerta yang telah komplikasi seperti tekanan darah tinggi (Hipertensi), stroke, gangguan detak jantung dan beberapa keluhan medis lainnya.

    “Pasien ada stroke, ada hipertensi, ada gangguan jantung. Jadi memang kalau enggak ada COVID-19 pun udah berat (komplikasi penyakit), ada pendarahan lambung lagi,” kata Endang.

    Selain AI yang meninggal dunia, seorang tenaga medis dari Kabupaten Aceh Tamiang juga dilaporkan positif COVID-19, sebagaimana dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr.Hanif.

    “Iya benar, AY positif COVID-19, perawat dari Aceh Tamiang,” kata dr.Hanif, membenarkan.

    AY merupakan pasien yang terpapar akibat transmisi lokal penyebaran COVID-19 di Aceh Tamiang. Selain AY, sebelumnya juga sudah dilaporkan seorang dokter umum di Puskesmas Simpang Kiri berinisial Ef dan perawat berinisial EW yang positif terpapar COVID-19.

    Secara kumulatif, provinsi paling barat Indonesia itu telah melaporkan genap 80 kasus COVID-19, diantaranya 25 orang telah sembuh, tiga meninggal dunia, dan selebihnya dalam penanganan medis.

    Jubir Covid19 Aceh, Saifullah Abdul Gani alias SAG, menyebut per 29 Juji 2020 siang, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di seluruh Aceh bertambah 32 orang, yang secara akumulatif menjadi 2.231 orang.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.263 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 76 orang masih dalam pemantauan Tim Gugus Tugas COVID-19.

    Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), sebanyak 123 kasus. Dari jumlah tersebut, 3 pasien masih dalam penanganan tim medis dan 119 telah sehat dan 1 orang lainnya telah meninggal dunia 26 Maret 2020.

    Menurut SAG, virus Corona telah menginfeksi segala usia di Aceh. Orang tua, remaja, Balita, hingga bayi. Bahkan tenaga medis pun tak luput dari serangannya.

    “Karena itu mari lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan panik tapi tetaplah waspada,” kata SAG. (Ria/Ant)

    BERBAGI