JK Apresiasi Gerakan Donor Darah ASN yang Digagas Pemerintah Aceh

    BERBAGI
    Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, didampingi Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, menggelar Video Conference dengan Ketua Umum PMI Pusat Muhammad Jusuf Kalla dan Sekjen PMI Pusat, Sudirman Said, di ruang tengah Meuligoe Gubernur Ace, Selasa (30/6/2020). (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ketua Umum PMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla mengapresiasi gerakan donor darah ASN Pemerintah Aceh, yang diinisiasi oleh Plt Gubernur dan Sekda Aceh.

    “Secara pribadi dan atas nama organisasi PMI, saya mengapresiasi respon Plt Gubernur bersama Sekda Aceh terhadap kelangkaan darah di masa pandemi COVID-19, dengan menginisiasi Gerakan Donor Darah ASN Pemerintah Aceh,” ujar mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), saat Vidcon dengan Plt Gubernur Aceh, Sekda dan seluruh Kepala SKPA, Selasa (30/6/2020).

    Donor darah, kata JK, adalah bentuk kasih sayang Allah yang menguntungkan kedua belah pihak. “Yang memberi sehat yang menerima sembuh. Jadi, para pendonor akan tetap sehat karena sirkulasi darahnya terus diperbaharui secara alami, dan penerima donor, Insya Allah akan sembuh dengan asupan darah yang kita donorkan. Ini adalah salah satu rahmat yang Allah berikan kepada kita umat manusia,” sambung JK.

    JK juga menjelaskan, dalam dunia medis, darah adalah satu-satunya elemen yang tidak bisa diduplikasi. Upaya untuk memenuhi kebutuhan darah hanya satu, yaitu dengan donor darah.

    JK menambahkan, kebutuhan darah adalah dua persen dari jumlah penduduk per tahun. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta lebih, maka asumsi kebutuhan darah Indonesia per tahun adalah 5,2 juta kantong.

    “Selama ini, Indonesia hanya mampu memenuhi 90 persen kebutuhan darah. Kondisi pandemi COVID-19 ini membuat stok darah kita semakin berkurang. Kebijakan pembatasan akibat pandemi berimbas pada menurunnya aktifitas PMI, yang selama ini secara mobile melakukan donor darah ke kampus dan instansi-instansi, untuk memenuhi kebutuhan darah. Dan, selama pandemi COVID-19 ini, kami melihat Pemerintah Aceh yang sangat responsif mengatasi berkurangnya stok darah,” kata JK.

    Dalam kesempatan tersebut, JK juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat dan instansi yang telah membantu dan menampung 94 orang etnis Rohingya yang terkatung-katung di lautan.

    “Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat Aceh dan sejumlah instansi yang telah membantu dan menampung saudara-saudara kita etnis Rohingya di Aceh Utara.”

    “Ini adalah bentuk pembuktian bahwa masyarakat Aceh sedang mengamalkan sila kedua dari dasar negara kita Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Orang yang meninggal saja kita tolong, kita cari mayatnya. Apalagi orang yang hampir meninggal, tentu harus kita selamatkan, harus kita tolong,” imbuh JK.

    Usai Vidcon dengan Ketum dan Sekjen PMI Pusat, Plt Gubernur mengimbau agar para Kepala SKPA disiplin mengkoordinir jajarannya dalam menjalankan jadwal donor darah ASN Pemerintah Aceh yang telah disusun oleh Sekda Aceh. Tujuannya agar gerakan sosial yang bertujuan untuk menggugah kesukarelaan masyarakat untuk mendonorkan darah berjalan sukses, sehingga kebutuhan darah harian di Aceh bisa tercukupi.

    “Jumlah penduduk Aceh saat ini mencapai 5,3 juta jiwa lebih. Berpedoman pada jadwal yang telah disusun oleh Pak Sekda, maka akan ada sekitar 50 hingga 100 kantong darah yang akan disumbangkan oleh ASN Pemerintah Aceh setiap harinya. Jika mengacu pada penyampaian Pak JK tadi, bahwa kebutuhan darah per tahun adalah dua persen dari total jumlah penduduk, maka kita telah turut membantu  memenuhi sepertiga hingga setengah dari total kebutuhan darah harian masyarakat Aceh,” kata Nova.

    Hingga saat ini Gerakan Donor Darah ASN Setda Aceh telah berhasil mengumpulkan darah sebanyak 1.656 kantong. Selain seluruh Kepala SKPA, peluncuran Gerakan Donor Darah ASN Pemerintah Aceh tahap Kedua ini juga dihadiri oleh Ketua PMI Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqni. (b01)

    BERBAGI