Beranda Sumut Nasib Peternak Ayam, Sudah Corona dapat Tekanan Menutup Usahanya Pula

Nasib Peternak Ayam, Sudah Corona dapat Tekanan Menutup Usahanya Pula

BERBAGI
Ketua Forda UKM Sumatera Utara, Sri Wahyuni Nukman, ketika mengunjungi lokasi peternakan ayam di Deliserdang. (Foto/Ist)

Deliserdang (Waspada Aceh) – Tidak tahu ujung pangkalnya, sebagian warga yang tinggal di dekat peternakan ayam milik Seng Guan, tiba-tiba saja meminta pengusaha itu untuk penutup usahanya. Alasannya karena usaha peternakan ayam petelur ini menimbulkan aroma tak sedap.

Padahal sejak 37 tahun lalu ketika orang tuanya merintis usaha peternakan ayam, hingga usaha ini menjadi lebih besar, tidak ada warga yang merasa keberatan. Hubungan keluarga Seng Guan pun kepada warga sekitar, selama ini baik-baik saja.

Anehnya lagi, ketika warga yang keberatan itu, dikumpulkan di kantor kecamatan, mereka saling buang badan untuk menyampaikan keberatannya secara langsung di depan camat. Mungkinkah ada yang menggerakkan warga terkait dengan keberatan mereka?

Ketua Forum Daerah Usaha Kecil dan Menengah (Forda UKM) Sumatera Utara, Sri Wahyuni Nukman, Sabtu (27/6/2020), mengaku mendapat laporan terkait dengan masalah antara pengusaha peternakan itu dengan warga sekitar. Kata Sri, persoalan itu harus segera dicarikan jalan keluar agar kedua pihak tidak ada yang dirugikan.

“Untuk kasus di peternakan lain, kita mendengar memang ada oknum mengaku dari LSM yang menggerakkan warga untuk melakukan protes menuntut penutupan peternakan ayam. Modus oknum itu adalah menginginkan perdamaian, setelah mendapat apa yang diinginkan, baru berhenti. Jadi untuk masalah yang menimpa Seng Guan ini kami pelajari dahulu, apa motifnya,” lanjut Sri, yang juga Sekretaris IWAPI Sumut ini.

Forda UKM Sumut, kata Sri, sudah mengunjungi lokasi peternakan milik Seng Guan itu, di Dusun Banjar Negoro A, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat kemarin. Setahunya, peternakan itu memang menimbulkan aroma tak sedap, tapi tidaklah seperti yang diributkan. Namanya peternakan, tentu saja akan menimbulkan bau, tapi tidak sampai mengganggu.

Kehadiran Forda UKM Sumut, lanjut Sri, selain untuk memberikan advokasi, juga untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha. “Dalam hal ini jangan sampai ada yang dirugikan. Baik pengusaha mau pun masyarakat,” katanya.

“Kita cuma tidak ingin ada pihak-pihak yang memprovokasi warga untuk melakukan protes itu, dengan memperalat warga sekitar,” tegas Sri. (sulaiman achmad)

BERBAGI