Beranda Parlementaria Terkini Pimpinan DPRK Agara Terima Kunker Sejawatnya dari DPRD Pakpak Bharat

Pimpinan DPRK Agara Terima Kunker Sejawatnya dari DPRD Pakpak Bharat

BERBAGI
Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, menyerahkan cindera mata kepada sejawatnya dari DPRD Pakpak Bharat, Sumatera Utara. (Foto/Ist)

Kutacane (Waspada Aceh) – Pansus DPRK Aceh Tenggara dibentuk untuk melakukan penilaian LKPJ Bupati Aceh Tenggara tahun 2019, sekaligus untuk mengetahui pencapaian kerja visi dan misi bupati/wakil bupati.

“Juga sebagai bahan pengawasan lebih lanjut, agar apa yang telah menjadi kesepakatan bersama terhadap RPJMD, berjalan semestinya. Hasilnya bisa sama-sama menjadi bahan koreksi yang konstruktif,” kata Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, di gedung DPRK di Kutacane, Jumat (19/6/2020), saat menerima kunjungan kerja (Kunker) pimpinan dan anggota DPRD Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Dalam tanya jawab antara Anggota Pansus 1 dan Pansus 2 DPRD Kabupaten Pakpak Bharat dengan DPRK Aceh Tenggara, di ruangan utama gedung dewan di Kutacane, ke 17 anggota dewan tersebut lebih menekankan dalam hal pengembangan potensi parawisata di kedua kabupaten tersebut.

Salah satu Anggota DPRD Pakpak Bharat menjelaskan bahwa Kabupaten Aceh Tenggara punya peluang besar terhadap pengembangan parawisata daerah dengan kekayaan yang tidak ada duanya di pulau Sumatera ini. Dengan kondisi alam yang indah sebagai wilayah tropis dan didukung dengan 16 kecamatan, ini sangan potensial untuk mendorong pengembangan objek wisata.

Sementara itu, Denny Febrian Roza, Ketua DPRK Aceh Tenggara, pada kesempatan itu menyebutkan, Aceh Tenggara dengan luas daerah 4.300 Ha lebih dan jumlah penduduk 220.000 jiwa, memang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Tidak hanya di sektor pariwisata, karena didukung dengan keberadaan hutan lindung dan Suangai Alas serta satwa, tapi juga punya potensi besar di sektor pertanian.

Menurut Denny, Aceh Tenggara memiliki 16 kecamatan dan 385 desa dan 51 kemukiman, dan 70 persen penduduknya adalah sebagai petani. Aceh Tenggara ini dikenal dengan lembah alas yang diapit oleh dua gunung besar, yaitu Gunung Leuser dan Gunung Bukit Barisan.

Warga di Aceh Tenggara dari etnis yang beragam, kata Denny, yang hidup bahu membahu antar sesama warga. Dari 11 etnis suku yang ada, meliputi suku Alas, Gayo dan Batak yang merupakan tiga etnis yang terbesar di Aceh Tenggara.

Wakil Ketua DPRK Pakpak Bharat, Elson Angkat, yang juga politisi Partai GOLKAR menyebutkan, Kabupaten Pakpak Bharat yang terdiri dari 8 kecamatan dan 52 desa, jumlah penduduknya mencapai 40.500 jiwa lebih, dan 90 persen adalah petani.

Ketua DPRK Aceh Tenggara dan Wakil Ketua DPRK Kabupaten Pakpak Bharat selanjutnya membahas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2015, tentang Desa dan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Pakpak Bharat dan Aceh Tenggara.

Sementara itu H.Marwan Husni, Anggota DPRK Aceh Tenggara, menjelaskan, ada kemiripan bahasa Pakpak, Batak dan bahasa Alas. Di Aceh Tenggara, kata dia, suku Pakpak terbesar di beberapa daerah, antara lain di Kecamatan Leuser dan tersebar di beberapa desa di kecamatan lain.

Turut Hadir dalam kegiatan dialog dan temu ramah tersebut dari DPRK Aceh Tenggara, yakni Denny Febrian Roza, Marwan Husni, Hasanusi Sekedang, Supian Sekedang dan T.Dedy Faisal. (Ria)

BERBAGI