Beranda Aceh Gara-gara Rp20 Ribu, Nek Fatimah Tewas Digorok Anak Kandungya

Gara-gara Rp20 Ribu, Nek Fatimah Tewas Digorok Anak Kandungya

BERBAGI
Tersangka pelaku NS,35, tega melakukan pembunuhan ibu kandungnya sendiri, Fatimah, dengan cara menggoroknya di bawah pintu rumahnya di Meunasah Panton Labu Kec. Tanah Jamboe Aye Kabupaten Aceh Utara, Senin (8/6/2020). (Foto/Ist)

Tanah Jamboe Aye (Waspada Aceh) – Karena tidak mampu memenuhi permintaan uang Rp20 ribu, Nek Fatimah, 63, dibunuh oleh anak kandungnya NS,35 dengan cara digorok di bawah pintu rumahnya di Meunasah Panton Labu Kec. Tanah Jamboe Aye Kabupaten Aceh Utara.

Kasus tersebut berhasil diungkapkan pihak Polres Aceh Utara kurang dari satu kali 24 jam. Polres menguak pembunuhan tragis yang dilakukan NS, anak kandungnya kepada wanita yang telah melahirkannya itu.

Selain mengamankan NS, turut diamankan barang bukti pembunuhan berupa sebilah pisau bergagang kayu yang bercak darah. Satu tong baju daster warna pink motif bunga warna hitam yang dipakai korban. Satu potong baju kaos berkerah garis merah yang dipakai tersangka, sepasang sandal jepit milik tersangka, satu buah lampu senter kepala dan satu batang rokok.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi melalui siaran persnya, Selasa (9/6/2020), kepada Waspada, mengatakan, kasus kematian Nek Fatimah yang jenazahnya ditemukan bersimbah darah terjadi pada Senin (8/6/2020) pukul 07.00 WIB di Dusun Satu Tgk. Mak Amin Meunasah Panton Labu Kec.Tanah Jamboe Aye.

Pelaku pembunuhan tunggal itu adalah NS, 43, pekerja bangunan Gampong Alue Bili Rayeuk Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara, yang ternyata anak kandungnya sendiri.

Kronologis kejadiannya, pukul 05.45 WIB, tersangka pelaku berangkat ke rumah ibunya. Sebelum masuk rumah, NS mengambil sebilah pisau di dekat sebuah pohon pisang. Diam-diam pelaku masuk ke rumah korban melalui dinding rumah yang terbuat dari karung padi.

BACA:
Ribuan Santri Aceh Utara Jalani Rapid Test Sebelum Kembali ke Dayah Salafi
Nek Munayah Ditemukan Sudah Mengapung
Kendaraan Dinas Kades di Aceh Utara Diduga Dibakar OTK

Begitu bertemu ibunya, tersangka pelaku meminta uang Rp300 ribu. Namun sang ibu mengaku tidak punya uang. Lalu pelaku meminta uang Rp20 ribu saja untuk membeli rokok.

Korban mengaku tidak bisa memenuhi permintaan itu karena memang sedang tidak punya uang. Karena keinginannya tidak terpenuhi, pelaku mengancam korban dengan sebilah pisau. Sang ibu langsung berkata, “gorok saja leher saya, biar saya dapat surga.”

Ucapan itu membuat pelaku kalap dan gelap mata hingga menjambak rambut ibunya dengan tangan kiri, kemudian tangan kanannya yang memegang pisau langsung menggorok leher ibunya dengan sekali sabetan. Sehingga korban terjatuh dengan posisi terlungkup, dan tak lama meninggal dunia.

Setelah itu, tersangka pelaku membalikan tubuh korban, untuk memberi kesan agar orang tidak mengira dia pelakunya. Lalu tersangka membuka kunci pintu depan untuk mengelabui orang dan membuka kunci pintu belakang rumah dengan tujuan yang sama.

Sedangkan pisau diletakan di samping kamar dan membersihkan tangan dengan tanah dan daun pisang. Tanpa merasa bersalah, pelaku sempat nongkrong di salah satu warkop. Tidak lama, pelaku kembali lagi ke TKP, lalu berpura-pura kaget menemukan jenazah ibunya telah tewas bersimbah darah.

Tersangka selanjutnya pergi memberi tahu saudaranya Ibrahim. Setelah tersangka pulang dari rumah Ibrahim, tersangka melihat di TKP sudah ada masyarakat dan anggota polisi dari Sat Reskrim Polres Aceh Utara.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti, kemudian tersang pelakunya mengarah kepada anak kandungnya sendiri, NS. Kini NS berada dalam tahanan di Polres Aceh Utara, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (b09)

BACA:
Terdampak COVID-19, 1.094 Pelajar di Luar Aceh Terima Bansos
Dir Polairud Polda Aceh: Kapal Imigran Rohingya Terpantau di Selat Malaka
RSUCM Milik Pemkab Aceh Utara Gratiskan Rapid Test

BERBAGI