Beranda Aceh Geliat Ekonomi Fase New Normal, Pasar dan Objek Wisata di Aceh Mulai...

Geliat Ekonomi Fase New Normal, Pasar dan Objek Wisata di Aceh Mulai Ramai

BERBAGI
Suasana di Pasar Ikan di TPI Lampulo, Sabtu (6/6/2020). (Foto/Aldin NL)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Penerapan new normal (normal atau kenormalan baru), membuat aktivitas ekonomi di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar mulai menggeliat.

Pusat pasar modern dan pasar tradisional termasuk pasar ikan (tempat pendaratan ikan/TPI) Lampulo, mulai ramai disesaki warga yang membeli kebutuhan rumah tangga, khususnya ikan segar.

Pantauan Waspadaaceh.com, Sabtu dan Minggu (6 – 7/6/2020), suasana TPI Lampulo Banda Aceh sudah mulai normal. Sama seperti sebelum ada ‘bencana’ COVID-19. Meski ikan-ikan segar harganya masih relatif mahal, tapi warga kota tetap membelinya dan membawa pulang ikan segar.

Saifullah, penjual ikan sekaligus tukang membersihkan ikan di Lampulo, mengaku harga ikan mahal karena nelayan banyak yang tidak melaut akibat kondisi cuaca buruk atau musim badai.

Warga Banda Aceh sedang piknik di puncak kebun kurma Barbate, Aceh Besar, Minggu (7/6/2029). (Foto/Ist)

Ikan tuna besar, misalnya, harga 1 kg di atas Rp70 ribu, iklan kerapu Rp90 rb/kg, iklan rambe dan jenis ikan lainnya juga dijual dengan harga mahal.

Selain TPI, geliat ekonomi juga terlihat di pasar ikan Peunayong yang ramai dikunjungi warga untuk memenuhi kebutuhan harian.

Sementara pasar modern seperti swayalan, Mall Banda Aceh, hari Sabtu dan Minggu kemarin tetap ramai. Hal serupa juga terlihat di Matahari Beurawe.

Untuk objek wisata pantai, baik di Ulee Lheue, dan kawasan Acah Besar, warga tumpah ruah, menghabiskan akhir pekan. Seolah-olah warga baru merayakan lebaran. Maklum, setelah lama berdiam (lockdown) di rumah saja, termasuk saat lebaran, karena pandemi COVID-19, kini pada fase New Normal, kesempatan mereka untuk bisa beraktifitas di luar rumah.

Objek wisata bahari, pasir putih di Aceh Besar mulai ramai dikunjungi warga, Minggu (7/6/2020). (Foto/Sumandar Jaya Saputra)

Wisata kuliner juga mulai menggeliat, terutama kedai-kedai kopi mulai banyak yang buka. Untuk di lokasi kedai kopi ini, banyak warga yang menggunakan masker, tapi untuk di lokasi pantai, terutama di pantai-pantai di Aceh Besar, seperti Lampu’uk, Lhok Mee dan Pantai Pasir Putih, kawasan Bukit Suharto, sangat jarang dijumpai warga mengenakan masker.

“Tidak perlu pakai masker kalau di pantai, virus coronanya mati kena papar teriknya udara pantai,” seloroh David. Minggu kemarin, dia bersama keluarga, menghabiskan akhir pekan di pantai Pasir Putih, yang mulai ramai dikunjungi warga Aceh Besar dan Banda Aceh.

Pemandangan lain yang tidak kalah menarik di kawasan perkebunan kurma, Aceh Besar. Warga banyak yang jalan-jalan di kawasan itu, sambil menikmati makanan ringan yang disediakan oleh pemilik kebun. Seperti terlihat di kebun kurna Barbate, yang menjadi tempat piknik baru bagi warga kota Banda Aceh dan sekitarnya. (B01)

Berita Terkait: 9 Zona Merah dan 14 Zona Hijau di Aceh, Ini Arahan Plt Gubernur

BERBAGI