Setelah Tutup Karena Pandemi Corona, Kini Pesantren di Aceh Selatan Boleh Aktif Kembali

    BERBAGI
    Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan, Farid Wajidi, Rabu (3/6/2020).(Foto/Faisal)

    Tapaktuan (Waspada Aceh) – Dayah atau pasantren di Kabupeten Aceh Selatan sudah dibolehkan aktif kembali untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Namun, pesantren diharuskan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan COVID-19.

    Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Farid Wajidi, kepada Waspadaaceh.com, Rabu (3/6/2020) di Tapaktuan, mengatakan, hal itu dilakukan sesuai surat Gubernur Aceh nomor 440/7713 tertanggal 28 Mei 2020, tentang kerjasama puskesmas dan dayah dan merupakan hasil rapat Forkompimda dengan tim Gugus Tugas COVID-19 Aceh Selatan pada 29 Mei 2020.

    “Proses belajar mengajar di pesantren Aceh Selatan boleh kembali diaktifkan mulai 2 Juni 2020. Sebelum santri masuk dayah harus dilakukan pengukuran suhu badan bersama tim Puskesmas dan Gugus Tugas COVID-19 Aceh Selatan,” katanya.

    Apabila terdapat santri yang suhu badannya di atas 38° maka dikembalikan ke orang tuanya atau direkomendasikan untuk diperiksa di RSUD Yulidin Awai Tapaktuan.

    Dalam pelaksanaan protokol kesehatan, dia mengharapkan, pimpinan dayah selalu berkoordinasi dengan camat dan puskesmas setempat dan wajib menyediakan perangkat cuci tangan.

    “Mensosialisasikan pola hidup sehat dan bersih kepada guru dan santri pasantren dan wajib melaporkan perkembangan kesehatan guru dan santri setiap 10 hari kepada pemerintah daerah. Kemudian santri dan guru pesantren harus menggunakan masker,” pungkasnya.(Faisal)

    BERBAGI