Siap-siap! Aceh Menuju Fase New Normal

    BERBAGI
    Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, didampingi Sekda Aceh, Taqwallah dan sejumlah kepala SKPA, rapat penyusunan panduan memasuki New Normal khususnya di lingkungan perkantoran dan sentra ekonomi masyarakat, di ruang rapat Sekda Aceh, Rabu (27/5/2020). (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pemerintah Aceh secepatnya akan menyusun panduan memasuki fase new normal (kenormalan baru), khususnya di lingkungan perkantoran dan sentra ekonomi masyarakat.

    Merujuk Wikipedia, New Normal atau normal baru adalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk pada kondisi keuangan usai terjadinya krisis keuangan pada 2007—2008, resesi global 2008—2012 dan pandemi COVID-19 seperti yang terjadi saat ini.

    Dengan adanya panduan ini, beragam aktivitas masyarakat diharapkan dapat kembali berjalan normal, khususnya di sektor ekonomi, dengan pola prilaku baru yang bersandar pada penerapan protokol kesehatan, guna mencegah terjadinya penularan COVID-19.

    “Kita akan terapkan terlebih dahulu di lingkungan pemerintahan seperti pada staf di jajaran Pemerintah Aceh, setelah itu akan kita perluas,” kata Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, dalam rapat persiapan new normal, di ruang rapat Sekda Aceh, Rabu (27/5/2020).

    Taqwallah mengingatkan, dalam menghadapi pandemi COVID-19, semua pihak diimbau tidak panik namun tetap waspada, tidak boleh menyepelekan virus ini.

    “Kita terus berupaya sampai COVID-19 dinyatakan berakhir sebagai pandemi global,” tegas Taqwallah pada acara yang juga dihadiri Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

    Taqwallah juga mengingatkan, jika pada waktunya COVID-19 dinyatakan berakhir sifat pandeminya, beberapa perilaku menjaga kebersihan dan kesehatan penting dilanjutkan, termasuk perilaku memakai masker jika berada di lingkungan ramai.

    Meski Aceh masuk dalam katagori wilayah kuning tua dengan 19 kasus positif COVID-19, diharapkan semua pihak terus meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan pencegahan dan penanganan COVID-19.

    Hal tersebut dikarenakan tidak ada satu alasan penjamin yang membuat siapapun bisa terbebas dari terjangkiti COVID-19 jika penerapan protokol kesehatan diabaikan.

    “Sudah banyak contoh kasus yang mengabaikan akhirnya terjangkiti virus ini,” kata Sekda Aceh.

    Untuk itu, Pemerintah Aceh masih akan terus melakukan sosialiasi penerapan protokol kesehatan, sehingga makin banyak pihak yang bersedia menerapkan langkah-langkah melawan COVID-19. Khususnya kepatuhan mereka yang ODP dan PDP serta yang positif, terhadap protokol kesehatan sehingga tidak menjadi penular virus Corona kepada yang lain khususnya di fasilitas umum.

    “Jadi, di new normal protokol kesehatan makin diperketat, sehingga yang sakit tidak masuk kerja, tidak hadir ke masjid, tidak berbelanja ke pasar dan tidak berada di tempat keramaian,” tambah Sekda.

    Rapat ini juga dihadiri oleh Asisten II Sekda Aceh, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM dan kepala SKPA lainnya. (Ria)

    BERBAGI