Beranda Aceh Kebutuhan Obat di Aceh Lancar dan Cukup di Tengah COVID-19

Kebutuhan Obat di Aceh Lancar dan Cukup di Tengah COVID-19

BERBAGI

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pemerintah Aceh yang tetap membuka akses transportasi darat, membuat pengusaha dan distributor obat-obatan di Aceh tidak khawatir kekurangan stok obat. Bahkan usaha mereka tetap berjalan normal.

Kecuali untuk jenis vitamin C, vitamin E dan obat daya tahan tubuh, yang langka karena banyak masyarakat yang mencari jenis obat ini. Jalur darat tetap normal dan lancar pendistriubusiannya, kata pengusaha Apotik Putroe Meuraxa, Saflan, di Lamglumpang, Ulee Kareng, Banda Aceh, Minggu (5/4/2020).

Dikatakannya, jika pemerintah tidak menutup transportasi darat, pihaknya yakin ketersediaan obat tetap lancar, kecuali seperti vitamin C yang pernah tertahan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Itu kemudian langka di mana-mana.

“Obat tidak dikirim dengan transportasi udara. Mungkin yang paling butuh pengiriman dengan udara adalah untuk kebutuhan rumah sakit,” ujarnya.

Sementara Kepala Cabang Mensa Bina Sukses (MBS), perusahaan distributor obat-obatan menyebut pihaknya tidak terkendala dengan pendistribusian obat, karena selain telah memiliki stok hingga tiga bulan, juga transportasi darat lancar selama COVID-19.

“Belum ada kendala, distribusi lancar. Kami dari MBS tidak memakai transportasi udara sejak tarif pengiriman naik jauh sebelum ada virus COVID-19,” ujar Rusdi.

MBS katanya, adalah perusahaan distrubutor obat-obatan yang berpusat di Jakarta, untuk sumatera tetap memakai pengiriman jalur darat. (Ria/i)

BERBAGI