893 Pisitif Corona di Indonesia, 50 Tenaga Medis di DKI Terpapar dan 2 Meninggal

    BERBAGI
    ILUSTRASI

    Jakarta — Pemerintah memperbarui data kasus terkait virus Corona atau COVID-19 di seluruh Indonesia. Tercatat hingga hari ini, Kamis (26/3/2020), kasus positif Corona bertambah menjadi 893 kasus. Terjadi penambahan 103 pasien positif.

    “Total 893 kasus positif, ini angka kumulasi,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Kamis.

    Sedangkan untuk pasien meninggal dunia, ada penambahan jumlah. Hingga hari ini tercatat 78 orang meninggal akibat terpapar virus Corona.

    “Angka kematian ada penambahan 20 kasus. Sehingga totalnya ada 78 orang,” kata Yurianto. Untuk pasien yang dinyatakan sembuh bertambah empat orang, totalnya menjadi 35 orang.

    Yurianto mengatakan, penambahan besar terjadi di dua provinsi, yaitu DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. Dari data pemerintah, di DKI Jakarta ada penambahan 53 pasien baru dalam 24 jam terakhir. Sedangkan di Sulawesi Selatan jumlah kasusnya bertambah 14 pasien.

    50 Tenaga Medis Terpapar

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19, sudah semakin banyak yang menjadi korban virus Corona.

    Di DKI Jakarta, menurut Anies, ada 50 tenaga medis yang terpapar virus Corona, dan dua orang dokter dilaporkan telah meninggal dunia.

    “Adapun tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 pada hari ini berjumlah 50 orang,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

    “Ada dua yang meninggal dan ini terjadi di 24 rumah sakit di Jakarta,” kata Anies.

    Dia menuturkan, jumlah tenaga medis yang terpapar virus Corona ini menjadi gambaran beratnya dan besarnya risiko tugas mereka dalam menghadapi COVID-19.

    “Kami ingin menyampaikan pesan kepada semua bahwa garda terdepan dalam menghadapi wabah COVID-19 adalah teman-teman tim medis. Mereka yang berada paling depan bekerja paling berat dan risiko paling besar. Jumlah tenaga medis yang terpapar di Jakarta saja sampai 50 orang. Jadi angka itu menggambarkan betapa besarnya risiko,” tutur Anies dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Pemprov DKI, Kamis (26/3/2020). (**)

    BERBAGI