6 Dokter Dilaporkan Meninggal Diduga Korban Virus Corona

    BERBAGI
    ILUSTRASI. dr.Handoko Gunawan, dokter yang berusia 80 tahun, yang terus berjuang membantu para vasien Corona di Jakarta. Dokter ini sempat menjalani perawatan karena kelelahan, tapi kini dilaporkan sudah sehat kembali. (Foto/Istimewa)

    Jakarta — Jumlah dokter yang diduga menjadi korban virus Corona atau COVID-19, dilaporkan telah mencapai enam orang, setelah salah seorang dokter senior, Djoko Judodjoko, dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (21/3/2020), yang juga terpapar virus Corona.

    Meninggalnya dokter bedah dari Universitas Indonesia (UI) ini disampaikan dr Pandu Riono melalui akun Twitter pribadinya. Menurutnya, dr Djoko terinfeksi Corona akibat minimnya alat medis (APD) di rumah sakit tempat dia bertugas.

    Dengan meninggalnya dr.Djoko Judodjoko, dilaporkan menambah jumlah dokter yang diduga meninggal akibat virus Corona. Kini enam dokter yang dikabarkan telah meninggal dunia akibat terpapar virus Corona atau COVID-19.

    Sebagaimana dikutip dari detik.com, sejumlah dokter yang diduga meninggal, dan sebelumnya telah menjadi garda terdepan dalam penanganan virus Corona di Indonesia, dirilis PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

    Berikut daftar nama keenam dokter yang meninggal dunia dikutip dari akun Twitter @PBIDI, Minggu (22/3/2020);

    1. dr Hadio Ali SpS, IDI Cabang Jakarta Selatan
    2. dr Djoko Judodjoko, SpB, IDI Cabang Kota Bogor
    3. dr Laurentius P, SpKJ, IDI Cabang Jakarta Timur
    4. dr Adi Mirsaputra SpTHT, IDI Cabang Kota Bekasi
    5. dr Ucok Martin Tambunan, SpP, IDI Cabang Medan
    6. dr Toni Daniel Silitonga, IDI Cabang Bandung Barat

    Sebagaimana dikutip dari laman CNNIndonesia.com, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengklarifikasi bahwa penyebab kematian dr Toni Daniel Silitonga tidak disebabkan virus Corona atau COVID-19. Hal ini disampaikan IDI lewat surat klarifikasi yang dipublikasikan di akun Instagram IDI.

    Sebelumnya, dr Daniel disebut menjadi salah satu dokter yang meninggal akibat Covid-19 bersama dengan lima dokter lain. Kelima dokter tersebut masing-masing, Hadio Ali, Djoko Judodjoko, Laurentius, Adi Mirsaputra, dan Ucok Martin.

    “Adalah benar, dr. Toni Daniel Silitonga dalam wafatnya bukan disebabkan langsung oleh COVID-19. Beliau berpulang dikarenakan kelelahan dan adanya serangan jantung,” jelas Ketua umum PB-IDI, dr. Daeng M. Faqih, seperti tertulis dalam keterangan akun Instagram IDI.

    Sementara itu jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona atau COVID-19 kembali bertambah pada Minggu (22/3/2020). Jumlah pasien positif Corona bertambah 64 orang, sehingga total pasien corona menjadi 514.

    Sedangkan jumlah korban meninggal dunia bertambah 10 orang, menjadi total 48 orang. Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh menjadi 29 orang.

    “Ada penambahan kasus baru sebanyak 64 orang. Sehingga total kasus 514 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah Indonesia untuk COVID-19, Achmad Yurianto, saat konferensi pers di Jakarta yang disiarkan langsung, Minggu (22/3/2020). (**)

    BERBAGI