Direktur Amtas: Semua Jadwal Umroh Direschedule ke Atas 14 Maret

    BERBAGI
    Direktur Asosiasi Muslim Travel Sumatera (Amtas), Zainuddin. (Foto/Ist)

    Medan–Terkait kebijakan otoritas Arab Saudi yang menghentikan pelaksanaan Umroh dari berbagai negara akibat virus Corona, termasuk jamaah dari Indonesia, membuat semua rencana keberangkatan Umroh harus dijadwal ulang (reschedule). Termasuk calon jamaah yang sebelumnya ditolak masuk ke Arab Saudi.

    Seperti yang ramai diberitakan berbagai media nasional, terdapat ribuan calon jamaah Umroh yang ditolak masuk ke Arab Saudi melalui pintu masuk negara tetangga. Sebagian jamaah tersebut berasal dari Sumatera Utara dan Pekanbaru, Riau.

    “Itu banyakan dari Medan dan Pekanbaru kayaknya, tapi bukan anggota Amtas itu. Kita kurang tahu kronologisnya karena kita tidak pantau,” kata Direktur Asosiasi Muslim Travel Sumatera (AMTAS), Zainuddin, kepada waspadaaceh.com, Senin (2/3/2020).

    Zainuddin mengatakan, kemungkinan itu berasal dari travel Umroh yang lain, tapi bukan anggota Amtas. Dia juga mengaku kurang memahami masalah ditolaknya jamaah umroh yang sudah tiba di sana.

    Direktur Amtas ini menyebut salah satu nama travel. “Itu kalau gak salah yang tertahan. Itu mereka transit di Kuala Lumpur, tertahan di Yordania mau ke Saudi,” ujarnya.

    Untuk jamaah umroh anggota Amtas yang mencapai 2.000 jemaah hingga kini seluruhnya, sudah melakukan reschedule ulang jadwal Umroh di atas tanggal 14 Maret 2020, sesuai arahan otoritas Saudi dan maskapai Saudi Arabian Airlines.

    “Anggota kita refund tidak ada. Tanggal 1-11 itu semua yang akan berangkat sudah melakukan penjadwalan ulang. Mereka disuruh memilih jadwal di atas tanggal 14 Maret, rata-rata seusai himbauan dari sana. Sesuai ketersediaan dan jadwal yang dibuat,” jelasnya.

    Zainuddin menilai bahwa masalah ini tidak berdasarkan kesalahan travel namun otoritas sepihak dari Saudi. Jadi, dia pun menuturkan bahwa masalah ini sudah dipahami oleh calon jamaah.

    “Semoga bisa cepat selesai masalah ini. Kita pun tidak mau seperti ini,” ungkapnya.

    Sebelumnya, dari penangguhan dilakukan selama 14 hari, terdapat sekitar 2.000 jamaah asal Medan sekitarnya yang gagal berangkat Umroh. Sebab, di tanggal 1-4 Maret 2020, ada sekitar 850 jamaah yang sudah konfirmasi berangkat.

    Rinciannya, tanggal 1 Maret sebanyak 300 jamaah, 2 Maret sebanyak 200 jamaah, tanggal 3 Maret sebanyak 150 jamaah, dan tanggal 4 Maret sebanyak 200 jamaah. Sisanya tanggal 8-10 Maret 2020 sekitar 1.000 jamaah lebih.

    Amtas, kata Zainuddin, memiliki data dari travel yang berada di bawah naungan asosiasi ini berjumlah 62 travel dan 49 travel di antaranya fokus di Medan. Jadi jika berbicara secara keseluruhan, jumlahnya tentu sangat banyak. Karena itu bisa dibayangkan berapa jumlah kerugian pihak travel jika para jamaah melakukan refund. (sulaiman achmad)

    BERBAGI