Terkait Larangan Otoritas Saudi, Ribuan Jamaah Umroh asal Aceh Direschedule

    BERBAGI
    ILUSTRASI. Dua jamaah asal Aceh, yang melaksanakan Umroh akhir tahun lalu (2019). (Dok/Waspadaaceh)

    Medan–Otoritas Arab Saudi dilaporkan akan segera mengambil solusi terkait larangan dan penyetopan sementara jamaah umroh dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu solusinya, yakni penjadwalan ulang atau reschedule jamaah umroh, termasuk tentu yang berasal dari Aceh yang jumlahnya ribuan orang.

    Pelarangan otoritas Saudi bagi hampir seluruh jamaah Umroh masuk ke negaranya, melalui penyetopan visa Umroh dan viasa wisata, diambil untuk menangkal masuknya wabah virus Corona yang sedang menyebar ke berbagai negara. Meski Indonesia belum ditemukan kasus Corona, tapi masuk dalam daftar negara yang dilarang masuk ke Saudi.

    Pelaksana Harian Saba Travel cabang dari PT Safa Nisa Rizki, Fadil Bania Arifin, kepada waspadaaceh.com, Kamis (27/2/2020), mengatakan bahwa semua itu atas kehendak Allah, bukan kesalahan pihaknya. Otoritas Saudi kata dia, akan melakukan reschedule Umroh bagi para jamaah, termasuk dari Aceh.

    “Semua travel Umroh di Indonesia itu kan, pakai penyelenggara haji dan umroh resmi utusan pemerintah Saudi di sana. Orang Arab disana langsung yang tangani. Termasuk akomodasi disana. Semua mereka yang tangani. Makanya kita percaya pasti ada solusi dari mereka,” kata Fadil.

    Fadil mengatakan, biasanya jika masalah seperti ini terjadi pihak penyelengara di sana mengambil inisiatif reschedule. Jadwalnya nanti akan dibahas bersama sampai kapan larangan itu berakhir.

    “Kita berharap sih, bisa secepatnya. Jamaah juga sudah memahami persoalan ini. Kita pasti juga akan membuka konsultasi dengan jamaah terkait ini. Karena pasti jamaah juga akan bertanya kepada kita terkait masalah ini,” ujarnya.

    Dia menuturkan dan berharap masalah ini tidak berkepanjangan. Jadi, jamaah juga bisa berangkat dengan tenang sesuai jadwal mereka yang sudah ditentukan.

    “Ini semua kehendak Allah. Bukan masalah yang timbul akibat kesalahan kita sebagai penyelanggara. Kita juga tidak mau. Tapi ini lah kehendak-Nya. Kita ikuti saja. Semua pasti ada solusi,” jelasnya.

    Sementara itu, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Aceh, Samhudi, menilai hingga kini belum ada dampak besar pada jamaah Aceh. Apalagi, masalah itu juga akibat keputusan otoritas Saudi, tentunya pasti ada solusi yang dikeluarkan.

    “Biasanya reschedule. Sampai saat ini belum ada jamaah Aceh yang melapor ke kita. Kalau dari Aceh itu setiap bulan, rata-rata ribuan orang berangkat Umroh. Kebetulan saya sedang di Jakarta ini,” tegasnya.(sulaiman achmad)

    BERBAGI