Sudah Mendarat, Jamaah Umroh asal Sumut Ditolak Masuk Saudi

    BERBAGI
    ILUSTRASI (Foto/Aldin NL)

    Medan — Otoritas Arab Saudi mengeluarkan larangan dan menyetopan sementara ibadah umroh dari berbagai negara. Akibatnya, puluhan ribu calon jemaah Umroh dari Sumatera Utara tertunda dan berharap adanya solusi dari pemerintah.

    “Dari grup WA kita. Saya mendengar katanya ada jemaah yang sudah tiba di Saudi, malah ditolak dan disuruh balik ke Indonesia. Jumlahnya ratusan. Mereka sudah tiba di sana sejak berangkat kemarin,” kata Ketua ASITA Sumatera Utara, Solahuddin Nasution, kepada Waspadaaceh.com, Kamis (27/2/2020).

    Berita Terkait: Direktur Amtas: Semua Jadwal Umroh Direschedule ke Atas 14 Maret

    Kata Solahuddin, dari berita yang beredar, begitu keluar pengumuman penghentian kegiatan umroh itu, calon jamaah Umroh dari Sumut sudah tiba di sana. “Mereka langsung ditolak masuk oleh otoritas Saudi,” lanjut Solahuddin. Namun Solahuddin belum bisa memastikan travel yang membawa jamaah umroh tersebut.

    Berita Terkait: Terkait Larangan Otoritas Saudi, Ribuan Jamaah Umroh asal Aceh Direschedule

    Solah–sapaan akrabnya–mengatakan, peristiwa itu terjadi karena ketika otoritas Saudi mengeluarkan pengumuman, para calon jamaah Umroh tersebut sedang dalam perjalanan.

    Berita Terkait: Breaking News: Cegah Corona, Arab Saudi Stop Visa Umroh

    “Jadi, di sana mereka seperti tidak diterima. Padahal baru masuk. Kasihan juga. Saya dengar juga, ada di Sumut yang berangkat hari ini juga tertahan. Pihak Kemenag RI sudah di bandara untuk menenangkan mereka dan menjelaskannya,” ujarnya.

    Di Sumut sendiri, kata Solah, anggota ASITA tercatat 20 travel agen penyelenggara Umroh dan Haji. Biasanya setiap bulan ada puluhan ribu yang berangkat dari Sumut.

    “Bukan ribuan lagi. Tapi puluhan ribu jamaah biasanya setiap bulan dari Sumut. Ini lah yang perlu kita bahas bersama dengan pemerintah. Karena pihak yang paling dirugikan pertama kali itu adalah travel agen-nya. Jamaah itu menuntut ke travel agen bukan ke pemerintah,” ungkapnya.

    Berita Terkait: Selain Umroh, Wisata dan Ziarah ke Saudi Juga Distop Sementara

    Solah berharap adanya solusi bersama dari pemerintah kepada calon jamaah yang akan berangkat. Apalagi, biasanya satu bulan sebelum berangkat itu, semua travel agen sudah membayar lunas biaya maskapai termasuk akomodasi lokal di Saudi.

    “Rugi jelas. Uang hangus jelas. Karena biasanya travel agen itu sudah mempersiapkan 1 bulan sebelum berangkat semuanya di sana. Termasuk maskapai dan pengurusan visa. Jadi, ini harus ada solusi bersama dari pemerintah,” jelasnya.

    Solah berharap calon jamaah dapat memahami situasi ini termasuk upaya pemerintah dalam menenangkan masyarakat. Dia juga berharap adanya campur tangan pemerintah untuk melobi pemerintah Saudi Arabia dan berbagai pihak swasta yang terlibat di sana untuk membicarakan ini.

    “Opsinya ada dua. Refund atau penjadwalan ulang. Kita berharap itu. Pemerintah turun tangan juga atasi ini. Jangan cuma travel agen saja,” tegasnya.

    Sementara itu, informasi yang dihimpun dari maskapai Garuda Indonesia yang menjadi langganan transportasi Umroh selain Saudi Arabian Airlines, mengaku ikut berimbas. Bahkan, saat ini ada pesawat Garuda Indonesia yang tertahan di Soekarno Hatta karena tidak bisa terbang ke Saudi.

    “Ada beberapa pesawat kita hari ini yang tertahan di Jakarta tidak bisa berangkat. Karena memang kita mulai beberapa waktu belakangan ini, sudah melakukan keberangkatan Umroh secara terpusat di Jakarta,” tegas pejabat Garuda Indonesia yang enggan namanya disebut.

    Penerbangan Umroh dari Kualanamu
    Ketika Arab Saudi menyetop sementara jamaah dari luar negaranya yang hendak umrah demi mencegah virus Corona, namun penerbangan dari Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, menuju Jeddah dan Madinah dilaporkan masih tetap berlangsung.

    “Sampai hari ini (Kamis), penerbangan Jeddah dan Madinah masih ada dari Bandara Kualanamu,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Branch Communication & Legal PT Angkasa Pura II Paulina Simbolon, Kamis (27/2/2020), sebagaimana dikutip dari detik.com.

    Paulina menyebutkan selama ini setidaknya ada tiga kali penerbangan ke Jeddah dan Madinah dari Kualanamu tiap pekan. Pihaknya saat ini masih menunggu keputusan pemerintah soal penerbangan. (sulaiman achmad)

    BERBAGI