Beranda Olahraga Pora 2022 di Pidie Dikhawatirkan Tidak Sukses

Pora 2022 di Pidie Dikhawatirkan Tidak Sukses

BERBAGI
Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, saat memimpin rapat kerja di Gedung Dewan, dengan eksekutif Pidie tentang progres pelaksanaan Pora ke XIV tahun 2022 , Rabu (26/2/2020). (Foto/Ist)

Sigli (Waspada Aceh) – Pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) Ke XIV yang rencananya akan dilaksanakan tahun 2022 di Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh, dikhawatirkan tidak berlangsung sukses.

“Ada kekhawatiran dari kami terhadap kesuksesan pelaksanaan PORA nantinya, mengingat belum ada tanda-tanda aktivitas dari penyelenggarana PORA itu sendiri,” kata Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, Rabu (26/2/2020).

Menurut politisi Partai Aceh (PA) tersebut, kekhawatiran pihaknya itu terjawab dalam Rapat Kerja (Raker) yang digelar beberapa waktu lalu. Kata dia, sampai sekarang proses perencanaan kegiatan itu terlambat, termasuk dalam penetapan dan pembebasan lahan untuk lokasi pusat penyelenggaraan PORA.

“Yaitu untuk lokasi bangunan Sport Center masih stagnan alias belum adanya kejelasan penetapan lahan, terlebih untuk melakukan pembebasan lahan itu,” kata Mahfuddin.

Menurut Mahfuddin, apabila pembebasan lahan dipacu dari sekarang, dia yakin persoalan lahan akan tuntas pada di akhir April 2020. “Kami terus meminta komitmen Pemkab Pidie untuk serius mengurus masalah PORA agar terlaksana sukses. Ini menyangkut marwah dan martabat daerah kita. Jangan sampai malu daerah kita,” katanya.

Selain itu, Ketua DPRK ini juga mengharapkan Pemkab Pidie bisa memperhatikan dan melakukan pembinaan terhadap atlet untuk meraih prestasi. Tentunya dengan memberikan perhatian pengalokasian dana yang cukup untuk pembinaan para atlet kepada KONI Pidie.

“Kami mengaharapkan penyelenggaraan PORA behasil dua-duanya. Baik di bidang sarana prasarana maupun prestasi atlet yang membanggakan. Bila perlu kita harus menjadi juara umum nantinya,” katanya penuh semangat.

Kendati begitu, sebutnya, dalam membangun sarana dan prasarana olahraga, Pemkab Pidie tetap memperhatikan RT/RW. Karena apabila hal itu tidak diperhatikan niscaya akan berdampak pada masalah hukum di kemudian hari.

“Kemudian kami mengharapkan pemilihan lokasi sport center di Kecamatan Kota Sigli mengingat pentingnya penataan estetika kota Sigli sebagai pusat ibukota Kabupaten Pidie. Juga pertimbangan untuk pemanfaatan jangka panjang sarana dan prasarana Pora,” tandasnya. (m.riza)

BERBAGI