Beranda Sumut Uniknya Sensus Online Sumut, Ada yang Ubah Jenis Kelamin dan Agama

Uniknya Sensus Online Sumut, Ada yang Ubah Jenis Kelamin dan Agama

BERBAGI
Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi (batik biru gelap) saat menyaksikan sensus online di UMSU. (Foto/Ist)

Medan–Ada yang unik dari pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) Online di Sumatera Utara kali ini. Tercatat hingga 20 Februari 2020, pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) Online memasuki hari keenam.

Hingga tanggal itu, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang mengisi SP Online di Sumut sudah 21.043 keluarga dengan muatan anggota keluarga (penduduk) sebanyak 89.793 jiwa, namun isian yang bersih baru 52.204 jiwa.

“Ada 0,69% penduduk yang mengupdate data agamanya. Kemudian, 4,14% penduduk meng update data pendidikan. Lalu, 0,04% penduduk mengupdate data status perkawinan hingga 0,27% penduduk mengubah data jenis kelamin dan 3,28% penduduk mengubah data tanggal lahir,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi, Jumat (21/2/2020).

Syech mengatakan, dia berharap dengan pengalaman warga yang sudah mengisi ini dapat ditularkan ke warga lain untuk ikut berpartisipasi dalam SP2020 secara Online, mengisi mandiri dangan akses ke sensus.bps.go.id.

“Diingatkan kepada warga saat mengisi online ketika isian belum lengkap untuk jangan dulu menekan tombol KIRIM namun SIMPAN SEMENTARA. Karena data yang sudah di-KIRIM tidak bisa diperbaiki lagi,” ujarnya.

Kemudian, untuk memperbaiki data yang ter-SIMPAN SEMENTARA login-lah menggunakan password yang digunakan sebelumnya. Silakan KIRIM jika isian sudah lengkap.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut hingga kini mengharapkan masyarakat melakukan pengisian Sensus Penduduk (SP) 2020 secara online sebesar 20 persen dari jumlah penduduk di Provinsi Sumut.

‎”Perkembangannya cukup baik dari hari pertama sampai sekarang sangat meningkat. Target kita 20 persen harus kita capai. Sekarang baru dari 80 ribu hingga 100 ribu,” jelas Syech kepada wartawan usai melakukan penandatanganan MoU antara BPS Sumut dan UMSU di Kampus UMSU jalan Muchtar Basri, Medan, Kamis (20/2) sore.

Namun, Syech belum mendapatkan data terakhir sudah berapa banyak masyarakat melakukan pengisian data SP 2020 secara online hingga kemarin. Karena, aplikasi untuk memantau jumlah pengisian SP‎ tersebut, sedang rusak. Tapi, data pada 18 Januari 2020, sudah mencapai 10.675 kepala keluarga di Sumut.

Dengan itu, ‎Syech mengimbau kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam pengisian SP Online ini. Karena, sensus penduduk merupakan amanah dari Undang-undang untuk melakukan sensus setiap 10 tahun sekali.(sulaiman achmad)

BERBAGI