Ini Dia Pesawat Penumpang Masa Depan Airbus, Mirip Pesawat Siluman

    BERBAGI
    Prototipe pesawat baru Airbus, MAVERIC, atau dikenal sebagai Model Aircraft for Validation and Experimentation of Robust Innovative Controls. Tipe pesawat ini benar-benar sangat berbeda dari pesawat komersial yang pernah ada selama ini. (Foto/Ist)

    Airbus dilaporkan telah menciptakan model pesawat penumpang (komersial) yang sepenuhnya baru, dengan kombinasi sayap pesawat, yang dapat mengubah pikiran kita selama ini tentang pesawat sebuah pesawat komersial.

    Airbus telah memamerkan prototipe pesawat baru, MAVERIC, atau dikenal sebagai Model Aircraft for Validation and Experimentation of Robust Innovative Controls. Pesawat ini benar-benar sangat berbeda dari pesawat komersial yang pernah ada selama ini.

    Sebagaimana dikutip dari laman simpleflying.com, Airbus memamerkan prototipe pesawat komersil itu pada ajang Singapore Airshow. Sebelumnya, perusahaan pembuat pesawat yang bermarkas di Toulouse, Prancis, ini juga sudah mengeluarkan produk terbaru, berupa helikopter inovatif yang juga dinamakan Maverick.

    Apa yang terlihat berbeda dari pesawat konsep baru ini adalah didasarkan pada ‘desain kombinasi sayap’, yakni antara badan pesawat dengan sayap seperti menyatu. Bagian kabin penumpang terintegrasi ke tengah hingga ke bagian sayap.

    Perubahan bentuk pesawat ini cukup signifikan. Sebab, sejak pertama dikembangkan, bentuk pesawat terbang komersial tidak pernah berubah, hampir sama, berbentuk tabung panjang yang ditempeli sayap dan ekor.

    Bila kita masih ingat di masa perang teluk yang dipimpin Amerika Serikat, maka tipe pesawat komersial masa depan Airbus ini sangat mirip dengan pesawat Stealth Bomber (Northrop Grumman B-2 Spirit). Atau pesawat siluman Amerika yang membombardir Irak di masa kepemimpinan Presiden Saddam Hussein dahulu.

    Prototipe pesawat Airbus masa depan yang dipamerkan ini berukuran sangat kecil. Berukuran lebar 3,2 meter dan panjang hanya dua meter. Tidak ada ruang kabin internal. Tentu saja, ini hanya prototipe.

    Pihak Airbus mengklaim, desain inovatif ini dapat memotong emisi karbon hingga 20 persen dan bisa memasuki era baru penerbangan hijau, begitu menurut siaran pers Airbus.

    Selain itu, karena mesin dan powerplants lainnya dapat diintegrasikan ke dalam pesawat, daya dorongnya dapat mengalami revolusi juga.

    Plus, lebih banyak ruang interior dengan desain ini daripada tabung panjang-tipis yang biasanya digunakan. Pengalaman terbang penumpang bisa sangat berbeda.

    Tetapi apakah Airbus benar-benar akan membuat model ini untuk layanan komersial? Masih harus dilihat ke depan.

    “Airbus memanfaatkan teknologi yang terus berkembang untuk merintis masa depan penerbangan. Dengan menguji konfigurasi pesawat yang mengganggu, Airbus dapat mengevaluasi potensi sebagai produk masa depan yang layak,” kata Jean-Brice Dumont, EVP Engineering Airbus.

    “Meskipun tidak ada batas waktu khusus untuk masuk ke layanan, pameran teknologi ini dapat berperan dalam membawa perubahan dalam arsitektur pesawat komersial untuk masa depan yang berkelanjutan secara lingkungan untuk industri penerbangan.”

    Mungkin mudah untuk menyindir Airbus karena merancang pesawat terbang yang mungkin tidak pernah diproduksi (dan bisa dianggap terlalu aneh), tetapi seperti juga industri mobil, dibutuhkan satu pendatang baru seperti Tesla untuk merevolusi industri dengan cepat.

    Pesawat konsep telah terbang sejak Juni tahun lalu dan akan terus diuji hingga pertengahan tahun ini. (**)

    BERBAGI