Hoax, Video Presiden China Minta Doa Umat Muslim terkait Corona

    BERBAGI
    Sebuah video yang dibuat pada 19 Juli 2016 saat Xi Jinping berkunjung ke Masjid Xincheng di Yinchuan, ibu kota Wilayah Otonomi Ningxia Hui pada 19 Juli 2016. Video ini sekarang viral. (Foto/video/facebook)

    Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menemukan sejumlah informasi bohong (hoax) terkait virus Novel Corona yang menyebar ke publik dalam sepekan terakhir.

    Sebut saja salah satunya, kabar yang menyebut “virus Corona untuk memusnahkan etnis Uighur tapi malah bocor di Wuhan”. Publik diminta tidak panik dengan kabar palsu tersebut, Plt. Deputi IV KSP Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Juri Ardiantoro di Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

    Masyarakat semestinya mempercayai data resmi yang dihimpun Pusat Informasi Terpadu 2019 n-CoV Kantor Staf Presiden (KSP). Monitoring KSP mencatat tidak ada bukti kuat yang mendukung dugaan bahwa virus Corona adalah senjata biologis China yang bocor. Terlebih, dikaitkan dengan klaim bahwa senjata itu ditujukan untuk etnis Muslim Uighur.

    “Pusat Informasi Terpadu (PIT) yang ada di KSP bisa menjadi rujukan bagi warga agar tidak termakan hoaks soal Corona,” katanya.

    Presiden China Minta Doa Umat Muslim

    Sebuah video dari akun facebook tentang video kunjungan Presiden China Xi Jinping yang meminta doa kepada umat Muslim, terkait penyebaran virus Corona, adalah masuk kategori kabar bohong.

    Video tersebut memperlihatkan Presiden China Xi Jinping sedang berada di sebuah masjid dan dikelilingi umat Muslim.

    Pada unggahan video dituliskan narasi yang mengklaim bahwa Xi Jinping sedang melakukan kunjungan ke sebuah masjid untuk meminta umat Muslim mendoakan negara China yang sedang mengalami krisis akibat virus Corona.

    Faktanya, video tersebut merupakan video lama. Video itu dibuat pada 19 Juli 2016 saat Xi Jinping berkunjung ke Masjid Xincheng di Yinchuan, ibu kota Wilayah Otonomi Ningxia Hui pada 19 Juli 2016.

    Adapun maksud kunjungan tersebut adalah mengajak warga Muslim China untuk mempromosikan harmoni sosial dan menolak penyusup agama, dan bukan dalam rangka meminta doa umat Muslim China terkait krisis akibat virus Corona yang sedang terjadi.

    Kabar palsu berikutnya adalah, tim medis Jepang berjumlah 1.000 orang tiba di Wuhan. Kabar dari akun Facebook ini telah dibantah Kedutaan Besar Jepang di Manila. Foto yang digunakan juga sama sekali tidak benar. (Ris)

    Berita Terkait: Kemenkominfo Temukan Sejumlah Informasi Hoax tentang Virus Corona

    BERBAGI