Beranda Wisata & Travel Ketua PHRI: Corona Belum Berdampak ke Perhotelan di Sumut

Ketua PHRI: Corona Belum Berdampak ke Perhotelan di Sumut

BERBAGI
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara (Sumut), Denny S Wardhana. (Foto/Ist)

Medan — Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara (Sumut), Denny S Wardhana menilai, virus Corona yang mewabah dari China, hingga kini belum berdampak ke sektor hunian perhotelan di Sumut. Hotel di Sumut masih normal.

“Karena satu, kita tidak ada penerbangan langsung dari China ke Medan. Jadi, saya rasa masih tidak berdampak apapun ke perhotelan,” kata Denny kepada waspadaaceh.com, Jumat (7/2/2020).

Denny mengatakan, selama ini juga tidak ada wisatawan mancanegara (wisman) China yang secara langsung datang ke Medan. Apalagi, saat ini sudah ada pemberhentian sementara penerbangan dari China ke Indonesia.

“Memang tidak ada. Jadi, dampaknya juga tidak ada atau belum ada. Sejauh ini semuanya normal saja. Saya koordinasi juga dengan Ketua ASITA Sumut, Solahuddin. Memang dari travel agen juga tidak ada yang wisata ke Medan dari China,” ujarnya.

Denny menjelaskan, berbeda dengan Padang, Sumatera Barat. Karena ada penerbangan charteran dari China ke Padang. Alhasil, penerbangan itu pun sementara sudah dihentikan oleh pemerintah Indonesia.

“Kalau di Padang, yang saya tahu. Di sana karena ada pesawat charter untuk wisman ke sana. Tapi itu pun kan sudah dihentikan. Kalau di Sumut sejauh ini normal,” ungkapnya.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Indonesia menilai jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari China atau Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke Sumut di tahun 2020 akan turun. Penurunan ini terjadi salah satunya, akibat wabah virus Corona.

“Di tahun 2019 lalu, jumlah wisatawan RRT ke Sumut tercatat 8.916 orang, naik dari 8.654 orang tahun 2018. Memasuki tahun 2020 diyakini akan turun,” kata Ketua ASITA Sumut Solahuddin Nasution, Jumat (7/2/2020).

Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama,  memperkirakan kerugian akibat  mewabahnya virus Corona, berisiko merugikan sektor pariwisata Indonesia, mencapai sekitar Rp38,2 triliun.

“Ini bicara kerugian potensi satu tahun ya. Kami kan tidak tahu kapan (virus Corona) ini kelar, mudah-mudahan ini cepat,” ujar Wishnutama di kantor Kementerian PUPR, Jumat (7/2/2020), sebagaimana dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

Jika dirinci, sekitar US$2,8 miliar atau sekitar Rp38,2 triliun berasal dari hilangnya pemasukan devisa wisatawan asal China. Dia menjelaskan, rata-rata kunjungan turis China ke Indonesia mencapai 2 juta kunjungan per tahun dengan rata-rata pengeluaran US$1.400 per kunjungan.

Kendati demikian, Wishnutama mengingatkan, wabah virus Corona tidak hanya berdampak pada berkurangnya turis asal China, tapi juga mempengaruhi keputusan berwisata warga negara lain ke Indonesia. (sulaiman achmad)

Berita Lainnya: Wisman China Turun, Kualanamu Masih Aman

BERBAGI