Beranda Tausiah BKM Masjid Oman: “Kami Minta Tak Ada Upaya Intoleran Ganggu Ibadah”

BKM Masjid Oman: “Kami Minta Tak Ada Upaya Intoleran Ganggu Ibadah”

BERBAGI
Suasana usai shalat Ashar berjamaah di Masjid Oman Almakmur, Banda Aceh, Selasa (28/1/2020). (Foto/aldin nl)

Suasana ibadah shalat Ashar berjamaah di Masjid Oman Almakmur, Lamprit, Banda Aceh, Selasa sore (28/1/2020), tampak berbeda dari biasanya.

Tidak saja karena pada barisan syaf, ada sejumlah petugas berseragam ikut shalat berjamaah. Di luar masjid, sejumlah petugas berseragam coklat juga tampak berjaga-jaga. Tampak juga mobil dalmas pihak kepolisian parkir di halaman masjid. Pemandangan ini tidak seperti biasanya.

Dalam hal amalan setelah selesai shalat, juga tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Biasanya, begitu imam mengucapkan salam, maka imam dan para jamaah melakukan zikir atau berdoa dengan caranya masing-masing, yang suaranya nyaris tak terdengar.

Tapi kali ini imam langsung membaca doa atau zikir dengan pengeras suara, hingga terdengar sampai keluar masjid. Pada shalat Ashar berjamaah ini, bertindak menjadi imam memang bukan imam yang biasa memimpin shalat di Masjid Oman, tapi imam yang ditunjuk dari Dinas Syariat Islam.

Penunjukan imam ini terkait dengan situasi yang tidak kondusif, setelah sekelompok orang menghentikan dan membubarkan kajian sunnah Ustadz Farhan Furaihan, alumni Darul Hadist Yaman, di Masjid Oman Almakmur itu, pada Senin malam (27/1/2020).

Peristiwa pembubaran kajian ustadz Farhan atau ustadz lainnya di waktu yang berbeda, sudah berulang kali dilakukan oleh sekelompok massa yang mengaku dari kalangan Safi’iyah di Kota Banda Aceh. Kajian ustadz Farhan – yang dikenal para jamaahnya sebagai kajian sunnah, dituduh oleh kelompok yang menentangnya sebagai bermuatan Wahabi.

Terkait apa yang terjadi di Masjid Oman Almakmur, pada Selasa sore (28/1/2020), dalam konferensi pers, Ketua Badan Kemakmuran Masjid Oman Almakmur, Ustadz Yusbi Yusuf, didampingi Keuchik Gampong Bandar Baru Lamprit, Mahyuni, Ketua Dewan Syura, Jufri Ghaleb, Ustadz M.Jamil Ibrahim dan penasihat hukum, Arif Hidayat, menyampaikan klarifikasinya.

“Perlu kami sampaikan bahwa kejadian semalam benar terjadi upaya untuk membubarkan pengajian, padahal pengajian tersebut sifatnya sesuai dengan atauran pemerintah. Pengajian itu dilakukan oleh Ustadz Farhan dengan mengkaji Kitab Tafsir Ibnu Katsir, yang bermazhab Syafii. Pihak BKM tidak melakukan perlawanan dikarnakan menghindari kekerasan,” kata Yusbi Yusuf.

Walau ada upaya gangguan oleh kelompok tertentu, BKM Masjid Oman tetap kompak dan solid, untuk mempertahankan masjid gampong itu. “Kami tetap solid dan akan mempertahankan mesjid ini,” kata penasehat hukum Masjid Oman, Arif Hamdani.

Pihak pemerintah kota melalui Wakil Wali Kota Banda Aceh, telah mengambil-alih sementara masjid itu untuk menghindari keributan. Supaya tidak terjadi keributan, Pemkot akan kendalikan sementara masjid ini di bawah Dinas Syariat Islam, dan untuk sementara waktu.

Pihak BKM juga akan mengikuti sebagaimana arahan Pemkot, untuk sementara waktu dan sampai suasana kondusif. BKM Masjid Oman juga mememinta agar toleransi beragama/menjalankan ibadah menurut keyakinannya juga perlu dikedepankan sesuai Undang Undang.

“Tuduhan mereka itu fitnah, sementara pengajian yang diselenggarakan merupakan bermazhab Syafii,” pungkas Arif Hamdani.

“Kami di masjid ini beribadah sesuai tuntunan Alquran dan Hadist. Maka tolong jangan bikin keributan di Masjid Oman Almakmur,” ucap Keuchik Mahyuni dalam konferensi pers tersebut.

Keuchik melanjutkan, gampong tidak bisa menerima keputusan sepihak dari pemerintah karena ini masjid gampong. “Walau pun Asisten 1 Sekda Pemkot malam itu mendesak saya untuk mengambil keputusan sepihak, saya juga tetap tidak terima”.

Setelah insiden, pihak perwakilan Kota Banda Aceh melalui Asisten 1 sempat berdialok dengan Keuchik Gampong Lamprit, dan sempat terjadi ketegangan namun tidak ada titik temu.

“Kami akan menggelar rapat besar gampong dengan semua elemen masyarakat supaya tetap teguh, bersatu untuk mempertahankan Masjid Oman. Dan kami meminta agar tidak ada upaya-upaya intoleran untuk mengganggu ibadah. Masyarakat di Masjid Oman sudah sangat damai dan tenteram dalam menjalankan ibadah selama ini,” tutupnya.

Senada dengan keuchik, ketua BKM menutup konferensi pers dengan mengatakan, mereka tetap searah dan selangkah untuk mengembalikan keadaan seperti semula, yakni damai, tenteram dan nyaman, agar masyarakat bisa menikmati ibadah di Masjid Oman. (b.01)

BERBAGI