Antisipasi Corona: Kualanamu Medan Waspada, Batam Stop Penerbangan dari China

    BERBAGI
    Sementara di Bandara Kualanamu Medan, para petugas yang dilengkapi dengan alat deteksi suhu tubuh, telah dipersiapkan untuk mengantisipasi masuknya orang yang terjangkit virus Corona. (Foto/Ist)

    Medan — Pemerintah terus memperketat pengawasan di pintu masuk bandar udara dan pelabuhan laut terhadap para penumpang, khususnya turis, yang datang dari luar negeri.

    Di Bandara Internasional Kualanamu Medan, para petugas melakukan pengawasan cukup ketat melalui sreening suhu tubuh, bagi penumpang yang masuk. Sementara di Batam, biro-biro perjalanan, mulai menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam

    Penerbangan dari Shenzhen dan Xian ke, China, ke Bandara Hang Nadim, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dihentikan terkait wabah virus Corona yang semakin menyebar.

    Wali kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, kebijakan menghentikan penerbangan sementara berasal dari biro perjalanan yang membawa pelancong dari Negeri Tirai Bambu itu ke Batam, bukan permintaan dari kepala daerah.

    Penerbangan dari dua kota China ke Batam menggunakan pesawat sewaan oleh biro perjalanan, yang dikhususkan untuk membawa turis mengunjungi Batam secara langsung. “Berarti mereka mengantisipasi warganya juga,” kata dia.

    Sementara di Bandara Kualanamu Medan, para petugas yang dilengkapi dengan alat deteksi suhu tubuh, telah dipersiapkan untuk mengantisipasi masuknya orang yang terjangkit virus Corona.

    “Memang hingga kini belum ada kita temukan. Kita melakukan pengawasan melalui suhu tubuh penumpang,” kata Kordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Kualanamu Medan, Muhammad Sofyan Henri, Senin (27/1/2020).

    Sofyan mengatakan bahwa meskipun tidak ada penerbangan langsung dari Wuhan, China, ke Medan, namun pihaknya mengantisipasi penumpang yang mungkin saja melakukan transit di negara lain sebelum ke Indonesia.

    “Memang, kita di sini kan. Tidak ada penerbangan langsung ke sana ataupun kemari. Tapi kita antisipasi penumpang yang dari Malaysia atau Singapura yang transit, lalu masuk Kualanamu. Kita antisipasi dengan alat screening suhu tubuh penumpang,” ujarnya.

    Dia mengatakan bahwa selama ini meski belum ditemukan kasus tersebut, namun pihaknya terus melakukan pengawasan sekaligus memberikan edukasi kepada penumpang. (sulaiman achmad)

    BERBAGI