Beranda Sumut Ketika 3.000 Lampion Imlek Jadi Objek Wisata Multi Agama di Medan

Ketika 3.000 Lampion Imlek Jadi Objek Wisata Multi Agama di Medan

BERBAGI
Keberadaan 3.000 lampion yang terpasang untuk memeriahkan Imlek di Maha Vihara Maitreya yang berada di Komplek Cemara Asri Medan, menjadi salah satu daya tarik wisata bagi masyarakat multi etnis dan agama. (Foto/sulaiman achmad)

Medan — Setidaknya keberadaan 3.000 lampion yang terpasang untuk memeriahkan Imlek di Maha Vihara Maitreya yang berada di Komplek Cemara Asri Medan, menjadi salah satu daya tarik wisata bagi masyarakat multi etnis dan agama.

Selain lampion aneka warna, beragam patung naga dan gambar shio menjadi tempat berphoto dan selfie para pengunjung. Mereka datang dari berbagai sudut kota, bahkan datang dari luar kota.

Miniatur megah bak istana zaman dinasti Tiongkok masa lalu itu, menghiasi bangunan depan vihara tersebut. Terbuat dari styrofoam, aneka patung seperti naga menjadi tempat selfie favorit pengunjung.

Pantauan Waspadaaceh.com, Sabtu (25/1/2020), terlihat banyak warga Muslim maupun dari pemeluk agama lain, berkunjung bersama keluarga. Tak ayal, akses masuk ke vihara pun menjadi sangat padat. Mobil, sepeda motor bahkan beca dayung mau pun beca motor, ikut menyumbang kepadatan di sini.

Warga terlihat “membanjiri” halaman vihara. Mereka ini datang untuk sekedar berwisata, melihat keramaian perayaan Imlek, sambil berselfie ria. Banyak diantaranya beragama Islam, dan itu bisa terlihat dari busana yang mereka kenakan dan berhijab. Sedangkan warga Tionghoa, yang menganut agama Budha atau Konghucu, tampak melakukan ibadah.

Pengunjung umumnya membawa serta anak-anak mereka untuk berphoto atau berselfie ria. (Foto/alfa)

Polisi pun terlihat berjaga di pos pengamanan, berjarak 10 meter dari vihara. Kawasan ini menjadi cukup padat, karena informasi adanya 3.000 lampion yang menjadi tema perayaan Imlek kali ini, beritanya menyebar ke media sosial.

Selain itu, 20 meter hingga 50 meter dari vihara, terdapat taman bermain dan kolam besar yang berisi aneka jenis ikan, seperti nila, ikan mas, lele, maupun jenis ikan yang mengundang keingintahuan pengunjung. Ada pula taman burung merpati dan satwa melata ular di dalam kandang.

Tempat ini, jika tidak ada acara khusus di vihara, menjadi tempat kumpul warga. Karena aksesnya terbuka untuk masyarakat dari luar komplek perumahan.

Meskipun vihara ini disibukkan untuk melayani orang-orang yang ingin beribadah, pengunjung yang hanya bermaksud berwisata, tidak pula sampai mengganggu orang-orang yang beribadah.

Lampion warna warni ini akan terlihat indah pada malam hari, karena di dalam sarangnya terdapat lampu. Hingga menjelang malam, warga yang hendak menuju ke vihara untuk sekedar melihat lampion maupun ibadah jumlahnya semakin membludak.

Pak Lie, salah seorang pengunjung setia vihara ini mengatakan, setiap tahun viahara tersebut memang dikenal selalu mengadakan acara dan hiasan yang unik. Tidak hanya warga Tionghoa saja yang datang, tapi juga warga dari beragam etnis dan agama. Warga muslim dan pemeluk agama lain, bahkan berdatangan membawa serta keluarganya untuk menikmati tempat ini.

Bagaimana menurut anda? Ternyata indahnya keberagaman etnis dan agama di Medan, menjadi salah satu contoh kerukunan umat beragama nasional. Satu etnis dan agama lainnya saling menghormati.

Selamat berakhir pekan dan Selamat Tahun Baru Imlek 2571 (2020). (sulaiman achmad)

BERBAGI