Kapal Kayu Angkut 20 TKI ke Malaysia Tenggelam, 10 Orang Hilang

    BERBAGI
    ILUSTRASI. Tim SAR ketika dikerahkan untuk mencari para korban kapal tenggelam. (Foto/dok.waspadaaceh).

    Medan — Satu kapal pompong yang mengangkut sedikitnya 20 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal, dilaporkan tenggelam di perairan Rupat, Bengkalis, Provinsi Riau. Sebagian besar penumpangnya berasal dari Sumatera Utara, satu orang dari Aceh.

    Kapten Kapal Negara (KN) RB 218 Basarnas Pekanbaru, Leni Tadika, mengatakan kepada wartawan, kapal kayu itu diperkirakan mengangkut 20 orang calon TKI. Rencananya mereka akan berangkat ke Malaysia secara ilegal.

    “Informasi yang kita dapatkan dari Polairud, kapal pompong tersebut mengangkut 20 TKI dari Riau tujuan Malaysia. Dikabarkan 10 orang selamat dan 10 orang lagi masih hilang,” kata Leni Tadika, kepada wartawan, Kamis (23/1/2020).

    Kapten kapal KN RB 218 Basarnas ini mengatakan, seluruh TKI yang hendak menuju Malaysia itu, erangkat dari Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, pada Selasa malam (21/1/2020) sekitar pukul 21.30 WIB.

    Kapal tersebut karam diduga karena mengalami kebocoran, lanjut Leni. Dia juga mengatakan, para penumpang yang merupakan calon TKI itu, sebagian besar berasal dari Provinsi Sumatera Utara dan satu orang dari Aceh.

    Dia menyebutkan, setelah mendapat informasi, Basarnas langsung bergerak ke lokasi melakukan pencarian. Selain Basarnas, pencarian korban kapal tenggelam itu juga melibatkan TNI AL dan pihak kepolisian. Saat ini sudah 10 orang berhasil ditemukan. dalam kondisi selamat.

    Nama-nama korban yang berhasil dievakuasi dan selamat antara lain; Rudiansah (R.Prapat, Sumut), Doni Siregar (Kmp Lalang Medan, Sumut), Uli Handayani (Langkat, Sumut), Fitria (Air Joman, Asahan, Sumut), Herman (Batubara, Sumut), Abdullah Faiz (Medan, Sumut), Abib (Jambi), Mariska Sari (Pemalang, Jawa Tengah), Een Saputra (Desa Lhok Medang Ara, Aceh) dan seorang warga negara Bangladesh.(sulaiman achmad)

    BERBAGI