Beranda Suara DPKR Aceh Besar Ketua DPRK Aceh Besar: Terkait Proyek Tol, Rumah Warga Terpapar Debu

Ketua DPRK Aceh Besar: Terkait Proyek Tol, Rumah Warga Terpapar Debu

BERBAGI
Aktifitas truk yang mengangkut material untuk proyek jalan tol Sigli - Banda Aceh, menyebabkan banyaknya debu yang beterbangan hingga menyelimuti rumah warga di Aceh Besar. (Foto/Ist)

Aceh Besar (Waspada Aceh) – Dampak dari aktifitas pembangunan jalan tol, masyarakat di tiga desa dalam Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, menyampaikan keluhannya setelah rumah mereka terpapar debu.

Ketiga desa yang tercemar debu dari hilir-mudik truk-truk pengangkut tanah itu, antara lain; Lambada Lhok, Klieng Cot Aron dan Desa Miruek Lamreudeup. Tiga desa ini masuk dalam section 5 dan section 6 Jalan Tol Sibanceh(Sigli – Banda Aceh).

“Rumah warga dikepung debu sudah satu bulan terakhir. Sangat dirasakan kondisi yang tidak baik ini oleh masyarakat di tiga desa tersebut,” kata Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, kepada Waspadaaceh.com, Senin (20/1/2020).

Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali. (Foto/Ist)

Lanjut Iskandar, banyak debu yang beterbangan sebagai aktifitas truk yang mengangkut material proyek jalan tol tersebut, sangat tidak baik bagi kesehatan warga, terutama bagi bayi dan anak-anak.

“Bahkan ada masyarakat yang sudah mengungsikan bayi mereka ke tempat lain, yang udaranya lebih bersih. Masyarakat hampir setiap hari harus membersihkan rumah mereka dari debu akibat pekerjaan penimbunan badan jalan tol tersebut,” ujar Iskandar Ali.

“Saya meminta kepada pelaksana pembangunan jalan tol untuk serius memikirkan kondisi tersebut. Berhubung ini lagi kemarau, ditambah angin kencang, yang berdampak debu beterbangan mencapai 500 meter,” tegas Iskandar Ali.

Ketua DPRK Aceh Besar ini mendesak pelaksana proyek tol sudah seharusnya memberikan ganti rugi kepada masyarakat sekitar yang terdampak debu. Minimal pihak pelaksana proyek melakukan penyiraman ruas jalan yang mereka gunakan, untuk mengurangi dampak debu akibat pekerjaan tersebut. (Ria)

BERBAGI