Beranda Wisata & Travel Begitu Mempesona, “Dunia” Tersembunyi di Aceh Jaya

Begitu Mempesona, “Dunia” Tersembunyi di Aceh Jaya

BERBAGI
Warga sedang menikmati keindahan alam di kawasan wisata Ceurache Alue Ie Itam, Panga, Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/1/2020). (Foto/Zammil)

Calang (Waspada Aceh) – Kabupaten Aceh Jaya memang memiliki panorama yang begitu indah, mulai dari panorama pegunungan, hutan, sungai hingga pantai. Beberapa di antara malah belum diketahui banyak orang, bagai “dunia tersembunyi”.

Baru-baru ini puncak Gunung Ketapang, Calang, dengan keindahan panorama matahari terbenam (sunset) dan Pulau Keuh dengan keindahan pantainya, telah menjadi buruan para pengunjung. Tiap sore, lokasi ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang ingin menikmati sunset.

Kini kembali hadir satu lokasi baru, yang sebelumnya tersembunyi, atau belum diketahui banyak orang. Terletak di kawasan Sungai Panga, tepatnya di Desa Gle Putoeh Kecamatan Panga, warga setempat menyebut nama lokasi ini dengan sebutan Ceurache Alue Ie Itam.

Alamnya masih asri dan alami. Air yang mengalir di sungai ini, terasa masih cukup dingin. Tebing-tebing gunung dan pohon-pohon yang hijau, menjadi pemikat pengunjung, sehingga betah berlama-lama di tempat ini.

Jernihnya air sungai, hijau dan indahnya air terjun di lokasi wisata Ceurache Alue Ie Itam, cocok sebagai lokasi berlibur keluarga. (Foto/Zammil)

Saat ini, pembenahan sedang dilakukan, baik jalan maupun penataan tempat. Lokasi wisata baru ini belum dibuka untuk umum.

“Kita telah menganggarkan Dana Desa (DD) untuk normalisasi jalan menuju ke Ceurache Alue Ie Itam,” tutur Muhammad Dwi HS, kepada waspadaaceh.com, Sabtu (18/1/2020), di Panga.

Hari ini, lanjutnya, warga dan beberapa anggota komunitas trail dari C2A Aceh Jaya didampingi Camat Panga, melakukan survei untuk melihat langsung kondisi lokasi wisata.

“Tempat ini nantinya akan dibuka untuk umum. Tentunya sesudah kami lakukan pembenahan tempat dan akses jalan menuju ke lokasi,” jelasnya.

Namun demikian, tambahnya, bila sekarang ada yang hendak berkunjung, tentunya diperbolehkan, tetapi harus menyertakan minimal satu orang penduduk desa sebagai pemandu (guide).

“Kondisi di sana (lokasi) sekarang cocoknya bagi mereka yang suka camping dan kita perbolehkan asal membawa serta penduduk desa,” terangnya.

Abubakar, anggota Komunitas Trail C2A Aceh Jaya kepada waspadaaceh.com mengungkapkan kekagumannya saat berada di Ceurache Alue Ie Itam.

Menurutnya, Ada daya tarik sendiri saat berada di Alue Ie Itam. Pemandangan yang masih alami, percikan air jatuh diantara bebatuan, dan didukung spot untuk berfoto selfi.

“Di Ceurache Alue Ie Itam ini terdapat beberapa tempat air terjun. Lokasi pemandian untuk anak-anak dan untuk pencinta motor trail. Saya merekomendasikan tempat ini untuk dicoba. Hasilnya memuaskan,” ungkap Abubakar.

Mawardi, Camat Panga mengungkapkan, dia sangat mengharapkan pemerintah kabupaten untuk melakukan pendampingan kepada warga untuk mengembangkan potensi wisata Ceurache Alue Ie Itam tersebut.

“Kita telah melakukan koordinasi dengan kepala desa untuk segera melakukan pembenahan. Kita sadari, lokasi tersebut memiliki potensi wisata yang sangat indah dan bisa dinikmati secara bersama,” ujar Mawardi.

“Kita mendukung penuh warga setempat untuk menghidupkan lokasi tersebut,” pungkasnya.

Jarak tempuh menuju ke lokasi dari pemukiman warga sekitar 10 Kilometer. Untuk menuju ke lokasi tersebut harus menggunakan sepeda motor. Kondisi jalan sekitar 5 Kilometer masih krikil dan selebihnya jalan akses warga menuju ke kebun. (Zammil)

BERBAGI