Beranda Sumut Tahun 2019, Ekspor Karet Alam di Sumut Turun 46.464 Ton

Tahun 2019, Ekspor Karet Alam di Sumut Turun 46.464 Ton

BERBAGI
ILUSTRASI: Pohon karet (Foto/dok/Gapkindo Sumut)

Medan — Volume ekspor karet alam dari Provinsi Sumatera Utara melalui pintu Pelabuhan Belawan Medan, tahun 2019 mencapai 410.072 ton. Volume ini turun 46.464 ton (10,18%) dibanding tahun 2018.

“Penurunan volume ekspor karet di Sumut tersebut dipengarauhi beberapa faktor,” kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara (Sumut), Edy Irwansyah, Senin (13/1/2020).

Edy mengatakan faktor pertama, melemahnya permintaan dari konsumen utama, terutama China. China masih jadi konsumen nomor satu dunia, yang saat ini konsumsinya lebih dari 5,5 juta ton per tahun.

“Melemahmya permintaan ini cerminan dari melemahnya pertumbuhan ekonomi China menjadi 6,5% dari 6,6% pada 2018,” ungkap Edy.

Faktor kedua, lanjutnya, belum membaiknya harga karet dan adanya wabah jamur Pestalotiopsis yang mengakibatkan produksi karet berkuruang.

Menurutnya, rendahnya harga karet mengakibatkan petani kurang bergairah mengusahakan kebun karetnya. Petani memilih alih profesi dan mengkonversi tanamannya.

“Adanya wabah jamur Pestalotiopsis mengakibatkan gugur daun sekunder pada sebagian perkebunan karet, dan dampaknya adalah penurunan produksi,” ujarnya.

Faktor lainnya adanya pembatasan ekspor lebih dari 10%, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. 779 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) ke-6 (enam) untuk Komoditi Karet Alam.

“Dalam keputusan ini Menteri Perdagangan menugaskan GAPKINDO sebagai pelaksana Agreed Export Tonnage Scheme Keenam untuk komoditi Karet Alam. Selama April sampai Juli 2019, eksportir Sumatera Utara turut menjalankan pembatasan ekspor lebih dari 10%,” jelasnya.

Terkait dengan realisasi harga komoditi karet selama 2019, Edy menyebutkan, sepanjang 2019 harga karet alam SICOM TSR20 terus mengalami fluktuasi dengan harga rata-rata sebesar 140.65 sen per Kg.

Harga terendah sebesar 129.05 sen dolar AS per Kg terjadi pada bulan Oktober 2019, sedangkan harga tertinggi terjadi pada bulan April, Mei, dan Juni dengan masing-masing harga 151.08 sen, 151.52 sen, 151.54 sen dolar AS per Kg.(sulaiman achmad)

BERBAGI