Persiraja Butuh Rp35 M Tatap Liga I, Legiun Asing Dibandrol Rp4,2 M

    BERBAGI
    Bruno Dybal, legiun asing Persiraja Banda Aceh, diperkenalkan pada sesi foto di depan Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Minggu, 12 Januari 2020. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Menatap kompetisi Liga I yang akan mulai bergulir pada medio Maret 2020, manajemen Persiraja membutuhkan anggaran besar untuk bisa menjuarai konpetisi papan atas itu. Persiraja diperkirakan harus menggelontorkan dana mencapai Rp35 miliar.

    Anggaran sebesar itu, kata Presiden Persiraja, Nazaruddin alias Dek Gam, di Banda Aceh, Kamis malam, untuk membeli empat pemain asing dan lokal sebesar Rp12 miliar, tiket 35 kali tandang untuk 30 orang Rp3,2 miliar, hotel Rp816 juta selama 1 musim. Selain itu, untuk katering sekitar Rp1,1 miliar dan ditambah lagi untuk bonus pemain.

    Selain itu, jelas Dek Gam, tokoh muda olahraga yang kini duduk di kursi DPR RI Komisi III tersebut, pada Liga I, Persiraja mengenakan jersey baru merk xx munich
    Spanyol (jersey Appareal) dengan harga Rp780 juta.

    Anggaran lain yang dibutuhkan pemain Liga I, tambah dia, untuk menyediakan fasilitas rumah dan mobil bagi para pemain dan pelatih.

    Sedangkan sumber pemasukan yang akan digali oleh manajemen Persiraja antara lain, penjualan tiket, sponsorship dan bantuan PSSI. Namun dari tiga item tersebut, kata Dek Gam, masih banyak kekurangannya.

    Presiden Persiraja, Nazaruddin alias Dek Gam (kanan) dan Sekretaris Persiraja, Rahmat Jailani (kiri), saat bincang bincang santai dengan Waspada di Ponten Cafe, Peunayong Banda Aceh, Kamis malam (10/1/2020). (Foto/Ist)

    Dek Gam mengatakan, misalnya penjualan tiket permusim termasuk penjualan tiket VIP Rp1,5 miliar, bantuan PSSI Rp5 miliar dan sponsor Rp3 miliar. Namun, sebut Dek Gam, menjelang Liga I bergulir, belum jelas siapa saja yang bersedia menjadi sponsor.

    Diakuinya ada pihak swasta yang bergerak bidang pertambangan bersedia menjadi sponsor, tapi harus menyertakan syarat yang menjadi kendala pihak penyelenggara. Tapi Dek Gam tidak menjelaskan surat rekomomendasi dimaksud.

    “Ya, kita berdoa, agar banyak stakeholder dan sponsorship ikut mensuport Persiraja di kompetisi Liga I. Persiraja masuk Liga I adalah sejarah dan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Aceh. Makanya, saya yakin banyak pihak yang akan ikut mendukung sukses Persiraja di kompetisi bergengsi di Tanah Air ini,” cetus Dek Gam panjang lebar, khusus kepada Waspadaaceh.com, dalam bincang-bincang di Ponten Cafe Peunayong, Banda Aceh tersebut.

    Transfer Pemain Asing

    Bukti keseriusan Persiraja menatap Liga I dapat dilihat dengan menghadirkan sejumlah pemain asing yang tentu saja akan menggerus kas keuangan Persiraja.

    Dek Gam memaparkan anggaran transfer pemain ke Persiraja. Harga paling tinggi pemain asing dibandrol Rp4,2 miliar dan pemain nasional Rp1,9 miliar.

    Empat pemain asing, tiga diantaranya adalah Vanderlei Francisco warga negara Brazil. Saat perkuat Semen Padang, posisinya sebagai penyerang. Lalu, Adam Mitter, asal Inggris, yang mengisi posisi sebagai pemain belakang, berikutnya, Bruno Dybal, gelandang Brazil yang pernah mengecap gelar juara di Liga Lithuania.

    Dengan kehadiran legiun asing ini akan menjanjikan prestasi bagi Persiraja. Dan penonton akan terhibur menyaksikan orkrestasi —-pemain asing, nasional dan lokal yang menampilkan permainan apik, memiliki kecepatan dan ketepatan dari kaki ke kaki, sehingga mampu menghipnotis penonton di Stadion Harapan Bangsa, Loeng Raya, Banda Aceh. (Aldin NL)

    BERBAGI