Beranda Nasional 8 Tewas, 7 Hilang, setelah Lebak Banten Diterjang Banjir Bandang

8 Tewas, 7 Hilang, setelah Lebak Banten Diterjang Banjir Bandang

BERBAGI
Banjir bandang dan longsor telah menerjang Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, bersamaan turunnya guyuran hujan lebat di wilayah tersebut pada Rabu (1/1/2020). (Foto/video/ist)

Banten — Selain terjadinya bencana banjir di DKI Jakarta, banjir bandang dan longsor juga telah menerjang Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, bersamaan turunnya guyuran hujan lebat di wilayah tersebut.

Banjir bandang terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Lebak, mengakibatkan ribuan rumah di sekitar bantaran sungai Ciberang hanyut dan rusak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, delapan orang tewas dan tujuh lainnya hilang dalam bencana tersebut.

Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, Sabtu (4/1/2019) di BNPB, banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Lebak, selain dipicu guyuran hujan lebat, juga sebagai akibat dari galian tambang.

Banjir bandang juga mengakibatkan sejumlah jalan dan jembatan hancur, sehingga banyak daerah terisolir, seperti desa-desa di Kecamatan Lebak Gedong dan Sajira.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan penyaluran bantuan untuk daerah terisolir harus menggunakan helikopter.

Menurutnya, tambang-tambang tersebut diketahui telah menampung air dengan volumi atau debit yang cukup tinggi.

Doni tidak menyebutkan jenis tambang yang dia maksudkan. Namun Kepala BNPB itu mengatakan, letak tambang tersebut berada di kawasan Taman Nasional Halimun Salak.

Dia melanjutkan, banjir bandang itu juga kemungkinan disebabkan terjadinya penyumbatan aliran sungai di sekitar wilayah tersebut. (**)

BERBAGI