Beranda Nasional Banjir di Jabodetabek, 9 Orang Meninggal

Banjir di Jabodetabek, 9 Orang Meninggal

BERBAGI
Sejumlah kawasan di DKI Jakarta tergenang banjir sejak Selasa kemarin, mengakibatkan aktifitas warga terganggu. (Foto/Ist)

Jakarta – Catatan dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sembilan korban meninggal dunia akibat banjir yang terjadi di daerah Jabodetabek sejak dua hari terakhir.

Empat orang tercatat meninggal di Jakarta, dan lima korban lainnya berasal dari Depok dan Bogor. Para korban meninggal antara lain karena hipotermia, terseret arus banjir, tersengat listrik hingga tertumbun tanah longsor, kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo.

Sementara itu BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi banjir untuk mengevakuasi ke tempat yang lebih aman. Jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 19 ribu orang lebih.

“Yang penting selamatkan jiwa terlebih dahulu” kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam keterangan tertulisnya.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, keselamatan masih menjadi prioritas utama pihaknya. Sejak tadi malam, seluruh jajaran Pemprov DKI dan aparat keamanan sudah bekerja untuk memastikan fasilitas penanganan banjir tersedia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut ada 120 ribu petugas yang sudah dikerahkan untuk menanggulangi banjir di Jakarta. Ketinggian air di beberapa kawasan di DKI Jakarta, bahkan ada yang mencapai ketinggian di atas 1,5 meter.

“Alhamdulillah tempat tinggal sementara, hunian, fasilitas kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, makanan, minuman semua sudah disiapkan,” kata Anies.

Gubernur DKI mengatakan, saat ini pihaknya fokus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir.

“19.079 orang (yang mengungsi) ditangani sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta,” kata Anies.

“Pada fase ini semua fokus pada evakuasi penyelamatan warga. Karena curah hujan tidak dalam kendali kita, tapi penanggulangan ada dalam kendali kita. Sekarang fokus kita ke situ dulu,” kata Anies saat meninjau Tanggul di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020), sebagaimana dikutip dari Antara.

Data dari Pemerintah Provinsi Jakarta menyebutkan jumlah warga yang mengungsi di Jakarta Timur 9.248 orang, Jakarta Selatan 5.100 orang, Jakarta Barat 3.533 orang, Jakarta Utara 888 orang, dan Jakarta Pusat 310 orang.

Banjir Jakarta Ganggu Transportasi

Cuaca buruk, hujan dan banjir yang menggenangi Kota Jakarta, telah menyebabkan gangguan terhadap aktifitas masyarakat dan transportasi umum.

Sejumlah penerbangan di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, bahkan mengalami penundaan akibat cuaca buruk dan hujan deras yang terjadi sepanjang Rabu hari ini (01/01/2020).

“Sejumlah penerbangan dari beberapa maskapai nasional seperti penerbangan Kuala Namu, Samarinda, dan beberapa lain mengalami penundaan. Beberapa pendaratan juga dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta,” demikian laporan CNNIndonesia TV.

Untuk pelayanan bus Transjakarta, ada sekitar lima koridor dari 13 koridor Transjakarta terpaksa harus menghentikan operasinya karena terdampak banjir.
Sebagian lagi diperpendek rutenya, sampai pada kawasan yang masih aman untuk dilalui.

Sejumlah Bus Transjakarta untuk beberapa koridor, sementara terpaksa menghentikan pelayanannya karena genangan air yang cukup tinggi. (Foto/Ist)

Banjir Jakarta juga menyebabkan KRL tak bisa melintas di beberapa jalur. Bahkan ada layanan rute KRL yang sama sekali dihentikan.

Juru Bicara PT Kereta Commuter Indonesia, Anne Purba, dalam keterangan tertulisnya menyatakan kereta tak bisa melintas di sejumlah titik karena ketinggian air sudah melewati permukaan rel. “Tidak aman untuk KRL melintas,” kata Anne.

PLN Padamkan 724 Titik di DKI

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah memadamkan listrik di sejumlah wilayah DKI Jakata, yang terdampak banjir. Hingga pukul 09.30 WIB, PLN memadamkan listrik di 724 wilayah DKI Jakarta.

“PLN melakukan pemadaman sementara aliran listrik di wilayah yang terdampak banjir demi keselamatan masyarakat agar terhindar dari bahaya arus listrik,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta, Ikhsan Asaad, dalam rilisnya Rabu (1/1/2020).

Sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com, sejumlah wilayah yang mengalami pemadaman listrik adalah Karet Pasar Baru Barat, Kedoya Utara, Tanjung Duren, Pancoran, Pejaten Timur dan Jati Petamburan. Kemudian Jl. Kebon Jeruk Raya, Jl.Raya Daan Mogot, Jl.Swadarma Raya, Jl.Pos Pengumben, Jl.Sektor Ciledug dan Jl.Bangka Kemang. (**)

BERBAGI