Beranda Nasional Muslim Ayub: Wibawa Merosot, Zulkifli Hasan Tak Layak Lagi Pimpin PAN

Muslim Ayub: Wibawa Merosot, Zulkifli Hasan Tak Layak Lagi Pimpin PAN

BERBAGI
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Muslim Ayub. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Muslim Ayub, menilai Zulkifli Hasan tidak layak lagi menjabat ketua umum partai berlambang matahari tersebut. Di bawah kepemimpinan Zulkifli, wibawa PAN semakin merosot karena dianggap tidak memberikan kontribusi positif terhadap persoalan kerakyatan.

“Hal ini dibuktikan dengan indikator merosotnya suara PAN di DPR RI yang awalnya mencapai 48 kini tinggal 44 kursi, dan mengakibatkan PAN tidak lagi menjadi salahsatu pimpinan DPR RI,” kata Muslim, Rabu (18/12/2019).

Berdasarkan pengalaman, kata Muslim, ketua umum PAN tidak pernah menjabat dua periode sejak Amien Rais, dimana masa itu Amien Rais sangat kuat dan PAN berjaya di hati masyarakat.

Selanjutnya, Sutrisno Bachir yang mendulang suara sehingga kursi PAN sangat signifikan dan mendapat beberapa kursi menteri. Di era Hatta Rajasa, PAN menjadi ketua MPR RI, wakil ketua DPR RI dan dua orang Menteri. Bahkan PAN saat itu masuk dalam 5 besar partai di Senayan.

“Keberhasilan mereka ini sangat nyata. Katakan saja Hatta Rajasa, namun dia pun tidak terpilih kedua kalinya. Di masa ZH, PAN melorot ke urutan 8, jumlah kursi berkurang dari 48 menjadi 44, suara DPR provinsi dan kabupaten-kota menurun.”

“Yang mirisnya lagi kantor DPP belum ada. Perpecahan terjadi hampir di semua tingkatan kepengurusan, menunjukkan lemahnya kepemimpinan ZH. Bukannya malah membuat solid, malah partai menjadi berantakan. Lalu apa keberhasilan dia sebagai modal untuk maju lagi?” tegas Muslim.

Muslim juga melihat, dengan berada di bawah kontrol penguasa, PAN di bawah pimpinan Zulkifli Hasan tidak bisa mengambil sikap kritis terhadap pemerintahan dan akan semakin menjauhkan PAN dari rakyat.

“Dan itu nantinya akan berdampak pada elektabilitas PAN yang semakin merosot, bahkan bisa jadi pada Pemilu mendatang PAN tidak mencapai parliamentary threshold,” tandasnya.

Muslim meminta Zulkifli Hasan agar ksatria dan tidak menjilat ludahnya sendiri, dimana saat mencalokan diri sebagai kandidat ketua umum PAN beberapa waktu lalu menegaskan bahwa PAN punya tradisi ketua umum hanya memimpin satu periode sehingga tercipta regenerasi kepemimpinan secara konsisten.

“PAN punya tradisi ketua umumnya satu periode saja. Itu sudah dimulai oleh Amien Rais, dimana dia berhenti di saat popularitasnya sedang tinggi. Kemudian Soetrisno Bachir juga berhenti satu periode. Hatta Rajasa mengikuti tradisi ini,” kata Zulkifli kala itu sebagaimana dilansir Republika.co.id.

“Zulkifli Hasan harus tahu diri dan menghormati sesepuh dan pendiri partai Amien Rais, jangan menjadi orang tak tahu balas budi,” pungkas Muslim Ayub. (Ris)

BERBAGI