Beranda Olahraga Pelatda Aceh untuk PON Papua Dimulai Februari 2020

Pelatda Aceh untuk PON Papua Dimulai Februari 2020

BERBAGI

Banda Aceh (Waspada Aceh) – KONI Aceh menetapkan pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON XX tahun 2020 akan dimulai pada Februari 2020.

Ketua Umum KONI Aceh H. Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem menyampaikan hasil rapat pleno terakhir pengurus KONI Aceh Tahun 2019 di Sekretariat KONI Aceh, Senin (16/12/2019).

“Pelatda PON Papua disepakati akan dimulai pada bulan Februari, dengan melengkapi seluruh dukungan maksimal, mulai dari pelatih dan instruktur lain yang dibutuhkan,” kata Mualem yang didampingi Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), Sekum M. Nasir dan Bendahara Umum Kennedi Husein.

Selain menetapkan jadwal pelaksanaan Pelatda PON Papua tahun 2020, forum rapat pleno KONI Aceh juga menetapkan Bachtiar Hasan, sebagai Ketua Pelatda KONI Aceh tahun 2020.

Menurut Mualem, penunjukkan Bahctiar Hasan selaku Ketua Pelatda merupakan langkah yang tepat. Karena yang bersangkutan telah memiliki pengalaman sejak Pelatda Pra-PON dan Porwil 2015, Pelatda PON 2016, serta Pelatda Pra-PON dan Porwil tahun 2019.

“Saya harapkan apa yang telah kita peroleh dari tahun 2015 hingga 2019 dapat dijadikan bahan evaluasi. Prestasi yang ada harus ditingkatkan lagi, dan di mana kekurangan agar segera dicarikan solusi. Kita berharap tahun 2020 prestasi olahraga Aceh dapat terus meningkat,” kata Mualem.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak mengingatkan agar Aceh segera menetapkan dan memulai pembangunan sport centre untuk menunjang pelaksanaan PON XXI tahun 2024 di mana Aceh menjadi tuan rumah bersama Sumatera Utara.

“Saya mendapat informasi bahwa Sumut sudah ada tempat untuk pembangunan sport centre,” kata Abu Razak.

Terkait keikutsertaan Aceh pada PON XX tahun 2020, kepada pengprov cabang olahraga, Abu Razak mengingatkan agar setiap pengprov dapat mengecek kelengkapan administrasi seluruh atlet.

“Jangan sampai nanti kita terkendala saat mendaftarkan atlet ke PON Papua,” kata Abu Razak.

“Semua bidang-bidang agar segera menyusun rencana kerja sampai tanggal 30 Desember 2019. Seluruh kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2020 fokus untuk memenuhi target medali emas pada PON Papua,” tambah Sekum KONI Aceh M. Nasir.

M. Nasir juga menambahkan, pada Januari 2020 KONI Aceh akan merumuskan apa saja yang akan dibahas pada rakerprov yang direncanakan dilaksanakan pada bulan Februari. Seperti syarat kelolosan PON Papua berdasarkan buku putih KONI Aceh.

“Segera kita laksanakan Rapat Kerja KONI Aceh agar atlet yang sebelumnya tidak masuk kedalam quota KONI Aceh untuk diberangkatkan ke PON Papua, namun ternyata memenuhi limit PB PON, bisa langsung dipelatdakan jika saat Rapat Kerja disepakati dengan format yang baru,” kata M. Nasir.

Rapat Pleno terakhir Pengurus KONI Aceh Tahun 2019 dihadiri oleh seluruh Wakil Ketua dan pengurus KONI Aceh. Di bawah arahan Mualem, beberapa hal yang dibahas dalam rapat tersebut antara lain evaluasi kegiatan KONI Aceh tahun 2019, evaluasi hasil Pra PON dan PORWIL X Tahun 2019, evaluasi kepengurusan KONI Aceh masa bakti 2018-2022, rencana persiapan pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (PELATDA) PON XX Tahun 2020 dan rencana kegiatan Tahun Anggaran 2020.

Dalam kesempatan itu juga disinggung soal bonus atlet peraih medali di Porwil, Pra PON dan Kejurnas sebagai ajang seleksi PON Papua. Ada pun besarannya disesuaikan dengan kekuatan anggaran 2020, antara 15 – 20 juta rupiah untuk peraih medali emas, sedang perak dan perunggu disesuaikan. (Ria)

BERBAGI