Beranda Tulisan Feature Seuntai Harapan Zulkifli pada Janji Bupati Aceh Jaya

Seuntai Harapan Zulkifli pada Janji Bupati Aceh Jaya

BERBAGI
Anggota DPRK Aceh Jaya, Muhammad Ali (kiri) beserta Ketua Koordinator TKSK Kabupaten Aceh Jaya, Rusdi (kanan) saat menjenguk Zulkifli di sebuah kios, Desa Jambo Masi Kecamatan Jaya, Rabu (11/122019). (Foto/Zammil)

Calang (Waspada Aceh) – Rintik hujan menyirami perkampungan warga di tanah Poe Teumeurehom, sore Rabu (11/12/2019), tidak menyurutkan Zulkifli, 52, warga Jambo Masi Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, memutar roda becanya menggunakan tangan menuju Taman Pengajian Al Quran (TPA) untuk mengajar anak-anak di desa tersebut.

Zulkifli dengan keterbatasan fisik menghentikan laju becanya. Beca yang telah dimodifikasi, perpaduan sepeda dengan kursi menjadi tempat duduk. Laksana sopir yang memasukkan gigi untuk mulai menjalankan mobilnya, bedanya Zulkifli menggunakan tangan kanan sebagai penggerak untuk memutar roda.

Beca tersebut dia terima dari pemberian salah satu anggota dewan di tahun 2012. Kehadiran waspadaaceh.com pun diterima Zulkifli di sebuah kios, yang tidak jauh dari lokasi di mana dia mengajar.

Dengan senyum menghiyas bibirnya, Zulkifli dengan nada yang lembut mengucapkan salam, seakan memberikan isyarat untuk segera diwawancarai.

“40 tahun sudah saya mengalami cacat dan menggunakan beca sebagai sarana untuk berpergian,” ungkap Zulkifli saat disinggung tentang kapan mulai menderita cacat fisik.

Dia pun memulai sepenggal cerita tentang kisah hidupnya. Tinggal bersama dengan ibu yang sudah tua dan adiknya yang juga mengalami keterbatas fisik. Zulkifli ternyata sehari-hari menekuni profesi sebagai guru TPA di desa di mana dia menetap.

Menjadi tulang punggung keluarga sejak lama, untuk mendongkrak pendapatan kebutuhan keluarga, Zulkifli juga mengisi waktu luang merajut jaring ikan milik warga sekitar.

“Hasilnya saya gunakan untuk keperluan di rumah dan juga dibantu oleh adik saya, Hasyem, 40, sebagai penjahit sepatu dan sandal bekas pada hari pekan di pusat Kecamatan Lamno,” terangnya.

Namun demikian, lanjutnya, keterbatasan fisik bukan suatu hambatan untuk melakukan aktifitas layaknya warga lainnya.

“Hanya saja, saya sangat berkeinginan memiliki satu unit kendaraan beca bermotor yang sudah dimodifikasi sesuai dengan saya yang keterbatasan fisik seperti ini,” ujar Zulkifli, sedih.

“Apalah daya, saya tidak punya uang lebih untuk membelinya. Beca itu sangat saya butuhkan, karena akan memudahkan saya untuk berpergian untuk mengajar anak-anak di TPA dan melaksanakan salat berjamaah ke masjid,” tambahnya.

Dulu, kenang Zulkifli, Bupati Azhar Abdurrahman, pernah mengatakan akan membatu beca Honda untuknya.

“Mungkin karena masa kepemimpinannya sudah selesai, sehingga hal tersebut tidak sempat terwujud,” pungkasnya dengan nada sedih seolah ingin memberikan gambaran, betapa dia sangat berharap hal tersebut terwujud.

Namun, ungkapnya lagi, Bupati Irfan sudah berjanji untuk membantunya dan dia pun tidak mengetahui persis, jika itu akan ada.

“Untuk saat ini, saya akan tetap menggunakan beca yang hampir rusak ini,” pungkasnya seraya meminta izin untuk melaksanakan tugasnya sebagai guru TPA.

Rusdi, Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Aceh Jaya yang ikut mendampingi kala itu kepada waspadaaceh.com menerangkan jika Zulkifli sudah pernah dibantu melalui program Usaha Ekonomi Produktif melalui Dinas Sosial Aceh Jaya.

“Beliau sudah pernah kita bantu perlengkapan merajut jaring ikan dan kursi roda. Kursi roda tersebut tidak bisa digunakan untuk beraktifitas di luar rumah,” ungkap Rusdi.

Namun, lanjutnya, untuk beca sesuai kebutuhan Zulkifli tidak tersedia di Dinas Sosial Aceh mau pun di Aceh Jaya. Sehingga sejauh ini, belum bisa diberikan bantuan seperti beca bermotor tersebut.

“Becak Honda untuk kebutuhan seperti Zulkifli ini perlu dirakit ulang bukan layaknya seperti beca pada umumnya. Di dinas belum ada pengadaan seperti itu, makanya sampai saat ini belum kita berikan,” jelas Rusdi.

Muhammad Ali, anggota DPRK Aceh Jaya yang juga datang membesuk Zulkifli saat dimintai tanggapannya mengukapkan, jika dia akan melakukan upaya koordinasi kepada dinas terkait untuk mewujudkan harapan Zulkifli.

“Selaku legislatif, saya akan berupaya untuk berkoordinasi kepada dinas agar kedepannya dapat melahirkan solusi terkait harapan Zulkifli,” ungkap pria yang akrab disapa dengan sebutan Tengku Ali. (Zammil)

BERBAGI