Beranda Aceh Ribuan Siswa di Agara Ikut UBK, Jaringan Internet Lelet

Ribuan Siswa di Agara Ikut UBK, Jaringan Internet Lelet

BERBAGI
Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Aceh Tenggara sedang mengikuti ujian semester ganjil berbasis online Tahun Pendidikan 2019-2019. Sedikitnya 5.915 siswa di lingkungan Kemenag Agara terdaftar sebagai peserta ujian semester. (Waspada/Ali Amran)

Kutacane (Waspada Aceh) – Pelaksana ujian semester berbasis komputer di lingkungan Kementerian Agama di Kabupaten Aceh Tenggara, mengaku kesal karena pelaksanaan ujian menjadi boros waktu.

Pasalnya akibat lemahnya jaringan internet di Aceh Tenggara dalam beberapa minggu terakhir, terutama paska dibukanya penerimaan CPNS di berbagai daerah. Kondisi ini berdampak pada terganggunya sistem pengisian ujian berbasis komputer (UBK).

Tengku Affan Husni JS, salah seorang pemilik pesantren dan sekolah di Aceh Tenggara, mengaku bingung melihat sistem dan pelaksanaan ujian semester sekolah mulai dari tingkat MI, MTs dan MA, karena jadwal ujian sering molor hanya karena lemahnya jaringan internet.

Bahkan tak jarang ujian semester berbasis online, untuk beberapa mata pelajaran yang seharusnya bisa selesai dalam satu atau setengah hari, terpaksa dilanjutkan sampai malam hari. Semua itu terjadi akibat lemah dan terganggunya jaringan internet di seluruh Aceh Tenggara.

Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tenggara, Salman, melalui Kasi Madrasah, Ahmad kepada Waspada, Selasa (3/12/2019) mengatakan, pada prinsipnya kendati jaringan internet sangat lemah, bukan masalah yang berarti.

Karena jika tak selesai hari ini, bisa dilanjutkan besok hari. Sebab ujian semester ganjil TP 2019-2020 yang sedang dilaksanakan siswa MI, MTs dan MA tersebut, hanya untuk membiasakan siswa menggunakan HP atau laptop berbasis online. Jadi jika memasuki ujian akhir pada April 2020 akan datang, siswa sudah terbiasa dengan sistem online, ujar Ahmad.

Untuk ujian semester ganjil online TP 2019-2020 saat ini, diikuti oleh 5.915 peserta yang berasal dari 25 sekolah MI, 17 sekolah Madrasah Tsanawiyah dan 17 sekolah Tingkat Madrasah Aliyah Negeri dan swasta di seluruh Aceh Tenggara. (Ali Amran)

BERBAGI