Coret Anggaran Pengorekan Anak Laut, Warga Singkut Demo DPRK

    BERBAGI
    Aksi massa di halaman gedung dewan sempat diwarnai aksi saling dorong massa dengan petugas keamanan, Rabu (4/12/2019). (Foto/Arief H).

    Singkil (Waspada Aceh) – Puluhan warga dari lima desa di Kecamatan Singkil Utara (Singkut), Kabupaten Aceh Singkil, mendatangi gedung DPRK Aceh Singkil, Rabu (4/12/2019).

    Mereka memprotes para wakil rakyat itu, lantaran telah mencoret anggaran yang sebelumnya sudah diusulkan untuk pengorekan Danau Anak Laut Singkil Kecamatan Singkil Utara, yang telah mengalami pendangkalan parah.

    Masyarakat yang melakukan aksi protes ini berasal dari Gosong Telaga (Gostel) Utara, Gostel Selatan, Gostel Timur, Gostel Barat dan Desa Ketapang Indah.

    Koordinator Aksi, Ishak dan Hermasah, dalam orasinya di halaman gedung dewan, menuding para wakil rakyat itu hanya sibuk tidur-tiduran dan bermain HP, sehingga telah menutup mata atas jeritan masyarakat nelayan di Singkil Utara.

    Dalam aksinya itu para pendemo membawa baling-baling perahu mesin dan meletakkannya di halaman gedung dewan. Mereka juga memajang karton bertuliskan beberapa tuntutan nelayan.

    Dalam tuntutannya mereka mendesak agar DPRK kembali mengalokasikan anggaran pengerukan Danau Anak Laut sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya.
    Sebab anak laut tersebut merupakan sarana vital untuk transportasi nelayan dan masyarakat, yang kini telah semakin dangkal sehingga perlu dilakukan pengerukan.

    Akibat pendangkan tersebut, kata Herman, telah memicu banjir yang merendam kawasan Singkil Utara maupun Desa Ujung Bawang Kecamatan Singkil. “Jika pendangkalan teratasi, maka banjir cepat surut ke laut melewati danau,” ucap Herman.

    Menanggapi aksi massa itu, salah satu anggota DPR, Ramli Boga, didampingi Surianto, Fairus Akhyar, Fakhruddin Pardosi, Irfan Suri Limbong dan Zaimar Tumanggor menyampaikan, bahwa anggaran induk tidak bisa lagi dikutak-katik. DPRK, kata para anggota dewan ini, akan mendesak agar anggaran pengerukan tersebut bisa dimasukkan dalam pembahasan perubahan. Sebab ini merupakan aspirasi masyarakat dan hajat hidup orang banyak.

    Sementara H.Fakhrudin Pardosi membantah jika dikatakan pihak dewan yang telah mencoret sepihak anggaran pengerukan danau tersebut. Tapi sebenarnya atas hasil kesepakatan bersama Pemkab, lantaran ada hal yang lebih penting lagi untuk didahulukan.

    Aksi warga desa ini berjalan tertib, meski sebelumnya sempat diwarnai aksi saling dorong antara masyarakat yang hendak memaksa masuk ke gedung dewan dengan petugas. (Arief)

    BERBAGI