Beranda Aceh Lhokseumawe Juara Umum MKQ Aceh I/2019

Lhokseumawe Juara Umum MKQ Aceh I/2019

BERBAGI
Sekda Aceh, Taqwallah,(kiri), menyerahkan piala bergilir kepada pimpinan kafilah Kota Lhokseumawe yang keluar sebagai juara umum MKQ-I/2019. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kota Lhokseumawe keluar sebagai juara umum Musabaqah Qiraatil Kutub ke-I Aceh Tahun 2019 yang ditutup secara resmi oleh Plt Gubernur Aceh diwakili Sekda Aceh, Taqwallah, Senin malam (2/12/2019) di Asrama Haji Banda Aceh.

Kafilah Kota Lhokseumawe unggul dalam 5 cabang, yaitu Fiqh Putri Predikat Juara 1, Akhlaq Putri Predikat Juara 1, Nawh Putra Predikat Juara 1, Pidato Bahasa Arab Putri Predikat Juara 1 dan Pidato Bahasa Indonesia Putra Predikat Juara 1.

Dengan perolehan tertinggi itu, maka Kota Lhokseumawe berhasil membawa pulang Piala Bergilir MQK Ke-I Aceh Tahun 2019.

Posisi berikutnya diduduki Kabupaten Aceh Besar yang unggul dalam 4 cabang di antaranya Fiqh Putra dengan Predikat juara 1, Tafsir Putra dengan Predikat juara 1, Tafsir Putri dengan Predikat Juara 1 dan Tarikh Putra dengan Predikat Juara 1.

Juara ketiga diraih Kabupaten Pidie yang unggul di 3 cabang yaitu Ushul Fiqh Putra dengan Predikat Juara 1, Ushul Fiqh Putri dengan Predikat juara 1 dan Tauhid Putra dengan Predikat Juara 1.

Kemudian untuk perolehan selanjutnya secara berurutan yaitu Bireuen, Banda Aceh, Aceh Utara, Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Jaya, Nagan Raya, Langsa, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Sabang, Aceh Singkil, Bener Meriah dan Aceh Barat Daya (Abdya).

Gaungkan Kembali Minat Baca Kitab Kuning

Dalam sambutan tertulisnya, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengajak masyarakat Aceh menggaungkan kembali minat membaca dan mengkaji kitab kuning agar literatur keislaman yang khas tersebut terus terjaga di Aceh.

“Di tengah derasnya arus informasi belakangan ini, terlihat adanya tren penurunan mengkaji kitab kuning. Ke depan, hal ini bisa berefek pada makin berkurangnya ulama yang menguasai literatur keislaman yang khas tersebut,” ujar Taqwallah di hadapan ratusan peserta lomba membaca kitab tersebut.

Tidak terbatas di kalangan santri dayah, kebiasaan membaca kitab kuning juga diharapkan dapat menyebar luas di kalangan masyarakat umum melalui komunitas-komunitas pengajian di luar dayah.

Taqwallah juga mengatakan, lomba membaca kitab kuning jangan hanya dilihat sebagai perlombaan membaca, menerjemahkan sekaligus menjelaskan kandungan kitab semata. Tetapi, lebih dari itu, diharapkan menjadi ajang memperkokoh kultur akademik keilmuan Islam di lingkungan dayah.

Selain itu, event yang baru pertama kali digelar tersebut diharapkan menjadi ajang silaturahmi para santri yang berasal dari berbagai dayah di seluruh Aceh.

“Perlu diingat bahwa santri kini telah menjelma sebagai sebuah kekuatan baru di kalangan generasi muda yang patut diperhitungkan. Karena itu kekompakan para santri mutlak diperlukan,” kata Taqwallah.

Musabaqah Qiraatil Kutub Aceh 2019 merupakan yang pertama kali digelar dan dijadwalkan akan terus berlanjut dan menjadi event tetap setiap tahunnya.

Event yang dimulai sejak 29 November 2019 itu memperlombakan sepuluh cabang, yakni fiqh, ushul fiqh, hadist, tafsir, tauhid, tarikh, akhlaq, nahw, pidato bahasa Arab dan pidato bahasa Indonesia. (b04)

BERBAGI