Beranda Laporan Khusus Sebarkan Informasi Pemerintah Aceh, Diskominfo Gunakan Beragam Media

Sebarkan Informasi Pemerintah Aceh, Diskominfo Gunakan Beragam Media

BERBAGI

“Kita tidak dapat membendung arus informasi yang mengalir begitu deras. Tidak hanya melalui media massa, namun juga media sosial”

——— Marwan Nusuf ———-

Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Aceh, memanfaatkan beragam media dalam menyebarkan informasi terkait dengan pelaksanaan berbagai program Pemerintah Aceh. Diseminasi dilakukan dengan media sosial, website, media advetorial, obrolan radio, media tatap muka sampai pertunjukan rakyat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh, Marwan Nusuf, baru-baru ini mengatakan, dalam era digital semacam ini dunia berada dalam genggaman. Sekalipun hanya berada pada satu tempat dan satu waktu, namun semua orang dapat memantau keadaan di seluruh dunia.

“Bahkan kita dihubungkan melalui media sosial dengan semua orang. Kita juga tidak dapat membendung arus informasi yang mengalir begitu deras. Tidak hanya melalui media massa, namun juga melalui media sosial,” tuturnya.

Media sosial saat ini, tidak hanya dipandang sebagai ajang bersosialisasi di dunia maya semata. Lebih dari itu sudah berkembang menjadi ajang menuangkan ide-ide pribadi seseorang yang berkaitan dengan banyak aspek serta membagikannya kepada orang lain.

Penyelenggaraan kegiatan ini, lanjut Marwan, memiliki arti penting dalam upaya penyampaian data dan informasi serta menyebarluaskannya kepada masyarakat dalam rangka diseminasi informasi program, kinerja dan prestasi pemerintah melalui berbagai saluran komunikasi.

Untuk itu, demi tercapainya penyebarluasan data dan informasi pembangunan yang digencarkan, maka pemerintah berupaya menjaring beberapa komunitas, salah satunya adalah komunitas vlogger.

“Generasi muda sebagai pengguna terbesar media sosial sangat diharapkan kontribusinya demi kemajuan bangsa ini. Semangat menyebarkan virus-virus positif melalui produksi video kreatif kepada masyarakat sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Diskominsa Aceh menyelenggarakan kegiatan Workshop Media Online Menuju Komunikasi Sehat Tahun 2019 dengan para komunitas vlogger.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengikuti dialog dan diskusi dengan para narasumber yang berkompeten di bidangnya. Kemudian dilanjutkan dengan menuangkan hasil diskusi tersebut dalam ide-ide kreatif yang menarik serta mencerahkan, edukatif, dan inspiratif bagi masyarakat luas di media vlog.

Di tempat yang sama Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominsa Aceh, Alfajrian AB mengatakan, kegiatan itu diadakan untuk mendukung program pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, yakni program Aceh Carong dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh.

Adapun tujuan kegiatan ini untuk memberi motivasi kepada masyarakat agar berkontribusi dan berperan aktif dalam mengeksplorasi hasil pembangunan dan prestasi yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh, sehingga informasi tersebut dapat disebarkan oleh para vlogger melalui tulisan mereka di channel masing-masing.

“Dalam bervlogger, chatting dan bermedia sosial apapun, kita sebagai rakyat Aceh juga punya sopan santun supaya tidak menyinggung perasaan orang lain,” katanya.

Untuk media tatap muka, Diskominfo menggunakan metode pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab langsung dengan menghadirkan narasumber, komunitas bersama masyarakat.

Penyebaran informasi lewat pertunjukan rakyat mempunyai makna tersendiri. Kegiatan itu diharapkan bisa mengedukasi dan membangkitkan budaya berupa kearifan lokal. Selain itu juga, pesan tentang kebijakan pemerintah bisa tersampaikan dengan mudah.

Pertunjukan rakyat merupakan upaya pemerintah untuk melestarikan budaya Aceh. Penyampaian informasi lewat pertunjukan rakyat terkadang tidak dimiliki oleh media yang lain seperti media cetak, online, radio dan televisi daerah. (Ria/i)

BERBAGI