Beranda Teknologi Meski Alami 37 Kecelakaan, Mobil Tanpa Awak Terus Dikembangkan

Meski Alami 37 Kecelakaan, Mobil Tanpa Awak Terus Dikembangkan

BERBAGI
Mobil otonom (tanpa awak) milik Uber dalam pengujian di jalan umum. (Foto/uber)

Waspadaaceh–Sejumlah perusahaan otomotip di dunia sudah mulai melakukan uji coba mobil tanpa awak (mobil otonom) di jalan-jalan umum. Mereka terus berupaya mengembangkan teknologi mobil otonom tersebut.

Mobil canggih ini nantinya tidak lagi memerlukan seorang awak (driver), karena fungsi seorang driver atau sopir sudah bisa digantikan oleh sistem kecerdasan buatan atau apa yang disebut dengan artificial intelligent (AI). Penumpangnya cukup hanya duduk dalam mobil sanmbil melakukan kegiatan lainnya, dan mobil akan berjalan sendiri membawanya ke tempat yang dituju.

Salah satu produsen teknologi asal Amerika Serikat, Alphabet Inc’s Waymo di bawah naungan Google, dalam waktu dekat akan meluncurkan layanan kendaraan shutter tanpa awak, kata John Krafcik, Chief Executive Waymo, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Kata dia, layanan self-driving tersebut sudah diuji di jalanan umum sekitar Arizona, Amerika Serikat. Masyarakat, dalam beberapa bulan ke depan, mulai diperbolehkan menjajal armada minivan Flat Chrysler Pacifica dari Waymo dalam rangka uji coba. Mobil tersebut nantinya akan melaju ke berbagai medan seperti jalan utama hingga pinggiran kota Phoenix, Arizona.

Selama Uji Coba, Mobil Otonom 37 Kali Kecelakaan

Sementara itu Uber, perusahaan ride sharing, kembali melakukan uji coba mobil otonom walau salah satu mobilnya pernah mengalami kecelakaan dan menewaskan satu pejalan kaki di Arizona, Amerika Serikat.

Selama melakukan pengujian sekitar 18 bulan, terjadi serangkaian kecelakaan, namun tidak menghalangi Uber untuk terus melakukan uji coba.

Selain merenggut satu korban tewas, National Transportation Safety Board (NSTB) mengungkapkan, selama pengujian mobil otonom di negara itu, telah mengalami kecelakaan sedikitnya 37 kali.

NSTB akan menggunakan data kecelakaan ini sebagai rekomendasi bagaimana industri otomotif mengembangkan isu perangkat lunak mobil otonom. Selain pada industri, regulator atau pemerintah juga dapat mengadopsi hasil pengujian ini sebagai takaran keamanannya kepada masyarakat. (*)

BERBAGI