Beranda Laporan Khusus 16 Tahun Bersama PGN, Mark Dynamics Kini Bangun Pabrik Kedua

16 Tahun Bersama PGN, Mark Dynamics Kini Bangun Pabrik Kedua

BERBAGI
Presiden Direktur PT Mark Dynamics, Ridwan Goh (batik) sedang berbincang dengan Sales Area Head PT PGN Medan, Saeful Hadi (kanan) di pabrik PT Mark Dynamics Tanjungmorawa, Deli Serdang, Kamis (14/11/2019). (Foto/sulaiman achmad)

PT Mark Dynamics Indonesia menjadi salah satu dari ratusan pelanggan industri setia PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Pada usianya yang ke 16 tahun, perusahaan yang menghasilkan limbah ramah lingkungan ini terus tumbuh bersama PGN

————————-
Laporan: Sulaiman Achmad

Pada tahun 2003, ketika perusahaan ini mulai awal berdiri, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, manufaktur cetakan sarung tangan (hand former), hanya memiliki 50 orang karyawan. Perusahaan ini terus berkembang pesat hingga menjadi salah satu perusahaan terkemuka dan dikenal sebagai produsen cetakan sarung tangan untuk beberapa negara Asean, Asia hingga Eropa dan Amerika.

Kini, ketika para jurnalis mengikuti media visit bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk ke lokasi industri PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, pada Kamis (14/11/2019), perusahaan yang terletak di Kawasan Industri Medan (KIM) Star Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara ini, telah memiliki 1.400 karyawan.

Adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk yang turut berjasa dan setia melayani PT Mark Dynamics Indonesia, dalam menyuplai gas untuk menggerakkan industri pembuatan sarung tangan tersebut. Sebab PT Mark Dynamics Indonesia menjadi salah satu dari ratusan pelanggan industri setia PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Pada usianya yang ke 16 tahun, perusahaan yang menghasilkan limbah ramah lingkungan ini terus tumbuh bersama PGN.

Mark Dynamics Indonesia bahkan mencatatkan kinerja perusahaan yang membanggakan. Perusahaan ini tidak hanya berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja bagi ribuan masyarakat, tapi juga telah berkontribusi positif terhadap kinerja ekspor Indonesia, khususnya Provinsi Sumatera Utara, karena sebagian besar produknya memang untuk kebutuhan ekspor.

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, Ridwan Goh menuturkan, di tahun 2019 ini, mereka mencatatkan profit bersih perusahaan mencapai Rp88,6 miliar dan perusahaan itu juga sudah masuk bursa saham atau IPO sejak bulan Juli 2017.

Pertumbuhan perusahaan ini yang begitu meyakinkan, menjadi pemicu saham PT Mark Dynamics terus dipercaya oleh emiten. Secara grafis, perusahaan ini terus menunjukan kinerja yang semakin membaik dan membanggakan.

Pengembangan Perusahaan

“Kinerja positif perusahaan menjadi salah satu faktor investor kita percaya. Apalagi, kita juga didukung PGN. Termasuk ekspansi perusahaan untuk investasi pembangunan pabrik kedua yang juga sudah dinyatakan oleh Pak Saeful (Sales Area Head PGN Medan) akan didukung,” kata Ridwan, pada medio November ini, ketika ditemui di pabriknya KIM Star Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Ridwan memaparkan hingga tahun 2020, perusahaan telah menargetkan produksi satu juta pieces dengan dukungan beroperasinya pabrik kedua.

“Hingga akhir tahun 2019, produksi ditargetkan bisa mencapai 700.000 pieces sehingga pada 2020 ditargetkan bisa digenjot lagi mencapai satu juta pieces. Malaysia menjadi pasar terbesar kita. Karena mereka ekspor lagi (re eksport) ke USA dan Eropa,” ujarnya.

Peningkatan produksi cetakan hand former itu sejalan dengan semakin banyaknya permintaan di pasar dunia, khususnya Malaysia dan China. Sebanyak 60% total produksi itu diekspor ke Malaysia dan sisanya ke China dan negara lain.

“Tahun depan (2020), permintaan cetakan sarung tangan dari Malaysia dan termasuk China dipastikan naik sejalan dengan kesadaran menggunakan produk yang ramah lingkungan. Termasuk limbah kita yang ramah lingkungan, karena berbahan baku tanah liat,” ujarnya.

China menjadi salah satu target ekspor terbesar kedua di bawah Malaysia. Karena sebelumnya, negeri tirai bambu itu memakai bahan sintetis yang tidak ramah lingkungan untuk cetakan hand former ini.

“Investasi land area sudah tersedia milik kita. Untuk pabrik kedua, nilai investasi Rp200 miliar. Investasi ini untuk pertambahan mesin dan selain cetakan hand former juga kita nanti sudah bisa mulai memproduksi sanitary wear (WC) di awal tahun depan,” kata Ridwan menambahkan.

Sementara itu, Sales Area Head (SAH) PT PGN Tbk Medan, Saeful Hadi mengatakan, Mark Dynamics menjadi salah satu pelanggan setia PGN.

“Untuk pasokan gas ke PT Mark Dynamic itu masing-masing sebanyak 9.900 MMBTU di pabrik lama dan 2.588 MMBTU di pabrik baru nantinya,” ujar pria yang dikenal murah senyum ini.

Saeful menegaskan, sebagai perusahaan gas negara, pihaknya secara konsisten akan mendukung industri dan kawasan ekonomi untuk tumbuh bersama. Salah satu buktinya, Mark Dynamics Indonesia yang setia sejak 16 tahun silam.

“Di KEK Sei Mangkei kita juga sudah hadir di sana. Selain itu, secara berkelanjutan dengan program jargas Kementerian ESDM, kita juga merambah pelanggan rumah tangga baru seperti baru-baru ini di Aceh,” tegas pria yang gemar membawa tas ransel ini. (*)

  • Karya tulis ini diikutsertakan dalam Kompetisi Jurnalistik PGN Tahun 2019.
BERBAGI