Beranda Tausiah Ketika Gardamas “Menyentuh” Desa Rih Tengah dalam Ekspedisi Dakwahnya

Ketika Gardamas “Menyentuh” Desa Rih Tengah dalam Ekspedisi Dakwahnya

BERBAGI
Tim Ekspedisi Dakwah Gardamas ketika mengunjungi Masjid Al-Ikhlas di Desa Rih Tengah, sekaligus menyerahkan donasi, Jumat (18/10/2019). (Foto/M.Khaidir)

“Sudah hampir 3 tahun ini tak pernah terdengar suara azan di desa kami ini. Saya sungguh terharu bercampur bahagia”

— Rahman, warga desa —

Kegiatan dakwah kali ini begitu berkesan. Pemandangan indah nan asri sepanjang perjalanan begitu menyejukkan hati. Pohon kemiri dan tanaman jagung, tampak tersusun rapi, seakan menanti kedatangan tim dakwah dari Medan, menuju Desa Rih Tengah, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 jam dari Kota Medan, dengan kondisi jalan berliku, naik turun, berbukit dan berbatu, akhirnya pada Jumat (18/10/2019), tim dakwah sampai juga di desa paling ujung di Kecamatan Kuta Buluh, Karo tersebut.

Tak banyak yang tahu, kalau Desa Rih Tengah, merupakan desa yang penuh pesona. Pemandangannya indah, dan masyarakatnya ramah.

Tapi di balik keindahan desa tersebut, kita patut prihatin karena cahaya Islam hampir meredup dan tergerus lingkungan yang mayoritas. Tak ada pula selama ini yang peduli. Penduduk di sini yang Islam pun, ternyata belum mengenal Islam secara mendalam. Mereka bagai ummat yang “terlupakan” dari komunitas Muslim yang ada di seluruh dunia.

Ustadz Rahmat Taher menyerahkan donasi dari komunitas dakwah Gardamas kepada pengurus Masjid Al-Ikhlas di Desa Rih Tengah, Karo. (Foto/M.Khaidir)

Padahal begitu banyak lembaga keagamaan Islam mau pun dai, tapi enggan untuk berdakwah ke desa ini, hanya karena lokasinya yang terbilang cukup jauh. Ditambah lagi dengan kondisi jalan berliku, melintasi beberapa tanjakan, di antara bibir jurang yang curam.

Sesungguhnya warga Muslim di desa ini sudah cukup lama sekali menantikan kehadiran seorang Ustadz atau Dai, yang bisa mengajari dan membimbing mereka untuk lebih mengenal Islam secara benar. Tapi penantian itu menunggu terlalu lama. Hingga sebagian warga di situ ada pula yang kemudian menjadi murtad.

Sampai akhirnya, komunitas Pembina Tauhid dan Gardamas (Gerakan Pemuda Masjid) yang merupakan binaan dari FKMM-TD (Forum Komunikasi Masjid & Musholla Medan Timur-Deli), melakukan ekspedisi dakwah daerah pedalaman, yang dimulai sejak awal tahun 2019.

Begitu banyak cerita menarik yang didapatkan Tim Gardamas, tatkala berdakwah di desa pedalaman ini. Warga begitu bersemangat menyambut kedatangan tim, mulai dari anak-anak bapak-bapak hingga hingga kaum ibu/perempuan.

Tim dakwah Gardamas telah beberapa kali mengunjungi desa ini, dan terakhir pada Jumat, 18 Oktober 2019. Tim dakwah ini menggandeng para donatur, mengajak mereka untuk merampungkan pembangunan sebuah masjid, yang diberi nama Masjid Al-Ikhlas. Masjid ini adalah masjid pertama yang ada di Desa Rih Tengah.

Gardamas berencana, tidak saja sebatas menyelesaikan pembangunan masjid yang terbengkalai karena begitu lama “ditinggalkan,” tapi juga akan dilanjutkan dengan program pembinaan tauhid.

Masjid awalnya bernama Masjid Taman Surga Al-Ikhlas, ketika pembangunannya baru dicanangkan, setelah peletakan batu pertama (pembangunan pondasi) oleh Direktur Masjid Nusantara, Hamzah Fatdri, bersama timnya, beberapa tahun lalu.

Tim Gardamas berada di Desa Rih Tengah, tepat pada hari Jumat. Setelah melakukan diskusi dan tausiah, tibalah waktu sholat Jumat. Suara azan dikumandangkan oleh salah seorang anggota tim Gardamas.

Seorang laki-laki di desa ini, sebut saja Rahman, tiba-tiba merasa terharu mendengar kumandang azan. “Sudah hampir 3 tahun ini tak pernah terdengar suara azan di desa kami ini. Saya sungguh terharu bercampur bahagia,” ujar Rahman dengan mata berkaca-kaca.

Komunitas Pembina Tauhid dan Gardamas mengajak masyarakat untuk sholat Jumat, sholat wajib dua rakaat seminggu sekali, yang sudah lama dilupakan ummat Muslim di desa ini. Ustadz Rahmat Taher, dari tim dakwah, memimpin sholat sebagai Khatib dan Imam sholat Jumat.

“Sholat Jumat memang jarang kami lakukan, mengingat keterbatasan ustadz dan pengetahuan kami tentang tuntunan sholat Jumat juga sangat minim,” kata Dona Ginting, salah satu warga yang sering menjadi imam sholat di Desa Rih Tengah.

Rahman, yang merupakan salah seorang pengurus Masjid Al Ikhlas Desa Rih Tengah, mengatakan, mereka sangat membutuhkan seorang Ustadz yang bisa tinggal di desa itu untuk membimbing ummat Islam mengenal Islam secara kaffah.

”Bantulah kami untuk mendatangkan ustadz sebagai pembimbing. Banyak hukum Islam yang tak kami ketahui,” kata Rahman, memohon kepada tim dakwah.

Tim dakwah pada kesempatan itu menyerahkan bantuan uang tunai dan bantuan berupa alquran, buku-buku bimbingan Islam dan lainnya. Gardamas juga telah membuat program untuk mendidik warga di sini agar mengenal Islam secara kaffah, belajar membaca alquran, belajar hukum-hukum Islam dan lainnnya, termasuk memberdayakan ekonomi warganya.

Untuk mendukung program ini, sudah menjadi rencana komunitas Pembina Tauhid dan Gardamas, untuk menyiapkan seorang ustadz di Desa Rih Tengah, yang akan bertugas membimbing ummat Islam di sini, mendalami Islam secara kaffah. Mudah-mudahan rencana mulia ini mendapat ridho Allah SWT. Amin. (Muhammad Khaidir)

BERBAGI