Bupati Aceh Barat Janji Tata Ulang Pasar Bina Usaha Meulaboh

    BERBAGI
    Bupati Aceh Barat H. Ramli. MS beserta rombongan melakukan peninjauan di Pasar Bina Usaha Meulaboh, Selasa (22/10/2019). (Foto/Riki)

    Meulaboh (Waspada Aceh) – Bupati Aceh Barat H. Ramli MS melakukan peninjauan di Pasar Bina Usaha Meulaboh, Selasa (22/10/2019), untuk menindaklanjuti permintaan masyarakat atau pedagang pasar tersebut.

    Dalam peninjaun tersebut, Bupati H. Ramli MS didampingi Asisten 1, Mirsal, Asisten 2, Marhaban, Kadis Lingkungan Hidup, Mulyadi, Kadis Perdagangan dan Industri, Husaini, serta pejabat terkait lainnya.

    Bupati H. Ramli MS mengatakan, pedagang mengeluh terkait lapak jualan mereka. Kondisi saat ini, konsumen yang akan berbelanja harus berputar atau melintasi jalur lain untuk sampai ke lapak pedagang.

    “Tentunya ini tidak efektif. Untuk itu tujuan saya melakukan peninjauan Pasar Bina Usaha adalah untuk melihat langsung apa yang dikeluhkan para pedagang,” kata bupati.

    Di samping bupati juga mengecek secara langsung bagaimana kondisi dan kelayakan sarana dan prasarana pasar bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.

    Dalam kesempatan tersebut Bupati Ramli juga melakukan tanya-jawab dan mendengar keluhan dan aspirasi para pedagang. Bahkan bupati beserta rombongan sempat mencicipi makanan dan minuman yang dijajakan para pedagang di dalam pasar.

    Bupati Ramli menambahkan, lokasi pasar Bina Usaha sudah representatif untuk pedagang dan masyarakat konsumen. Namun bupati melihat ada beberapa titik bangunan pasar yang mengalami kerusakan dan sudah tidak layak lagi digunakan sehingga harus segera diperbaiki dan dibongkar.

    Untuk itu Bupati Ramli akan segera memerintahkan instansi terkait untuk segera menangani persoalan tersebut, sehingga para pedagang bisa lebih nyaman dalam berdagang dan masyarakat pun akan lebih ramai berbelanja di lokasi itu.

    “Saya perintahkan instanti terkait dan UPTD untuk segera melakukan aksi dengan mempertimbangan aspirasi pedagang, desain infrastruktur dan ketentuan.
    Yang penting pemerintah tidak dirugikan dan masyarakat bisa makmur,” tutupnya. (Riki)

    BERBAGI