Beranda Aceh STAIN Meulaboh Haruskan Almuni Lakukan Inovasi

STAIN Meulaboh Haruskan Almuni Lakukan Inovasi

BERBAGI
Yudisium calon Sarjana Angkatan VII STAIN Teungku Dirunden Meulaboh Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020, di aula kampus setempat, Jumat (18/10/2019). (Foto/Ist)

Meulaboh (Waspada Aceh) – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Inayatillah, meminta para alumni untuk melakukan inovasi dalam rangka menciptakan lapangan kerja baru di era Revolusi Industri 4.0 seperti saat ini.

Hal tersebut disampaikan Inayatillah dalam sambutannya pada yudisium calon sarjana Angkatan VII STAIN Teungku Dirunden Meulaboh Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020, di aula kampus setempat, Jumat (18/10/2019).

Dalam arahannya tersebut Inayatillah menjelaskan sumber daya manusia merupakan potensi yang sangat besar dalam mewujudkan alumni yang cakap dalam dunia kerja. Terlebih menghadapi industri di era disruptif seperti saat ini, tidak ada pilihan lain selain memperkuat inovasi dan menjadi sarjana yang humanis dan professional.

“Yudisium ini bukanlah seremonial belaka, akan tetapi menjadi tanda untuk mempersiapkan diri pada persaingan global,” ujarnya.

Dia mengingatkan dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan dengan IPK yang tinggi. Melainkan kecakapan kusus seperti penguasaan teknologi, kemampuan bahasa asing dan tentunya memiliki tata krama yang baik.

“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh peserta yudisium untuk terus mengasah dan memperbaiki berbagai kemampuan yang masih kurang. Sehingga alumni STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh siap bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan, H. M Arif Idris, dalam laporanya mengatakan, yudisiusm kali ini, STAIN Teungku Dirundeng meluluskan 147 calon sarjana dari berbagai Program Studi (Prodi) yang tersebar di tiga jurusan yang ada.

“147 calon sarjana akan diwisuda pada tanggal 24 Oktober mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, para mahasiswa yang diyudisium merupakan mahasiswa yang berasal dari Jurusan Tarbiyah dan Keguruan berjumlah 65 orang, dengan rincian 26 orang lulusan Prodi Pendidikan Agama Islam, 13 Orang lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Arab, 25 orang lulusan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan 1 orang lulusan Prodi Manajemen Pendidikan Islam.

Sementara dari Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, berjumlah 74 orang dengan rincian 29 orang lulusan Prodi Hukum Ekonomi Syariah, 31 orang lulusan Prodi Perbankan Syariah, 12 orang lulusan Hukum Tata Negara Islam dan 2 orang merupakan lulusan Hukum Pidana Islam.

Sedangkan Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam meluluskan 8 orang yang berasal dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

“Kami berharap, apa yang diperoleh selama menuntut ilmu di STAIN dapat dimanfaatkan dalam bersaing di dunia kerja,” tutupnya. (Riki)

BERBAGI