Beranda Sumut Tim USAID-Jalin Sampaikan Progress Report kepada Wagub Sumut

Tim USAID-Jalin Sampaikan Progress Report kepada Wagub Sumut

BERBAGI
Tim USAID Jalin Sumatera Utara, ketika diterima Wagub Sumatera Utara, Musa Rajekshah, untuk menyampaikan progress report pelaksanaan program, Selasa (15/10/2019). (Foto/Ist)

Medan — Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara, Musa Rajekshah, mengapresiasi capaian program USAID-Jalin di Sumut, yang berupaya membantu menurunkan tingkat kematian ibu dan bayi baru lahir.

Bagai gayung bersambut, penurunan tingkat kematian ibu dan bayi memang telah menjadi salah satu fokus Pemprov Sumut, dalam upaya mewujudkan Sumut yang bermartabat, khususnya dalam bidang kesehatan, kata Wagub Sumut, Musa Rajekshah, ketika menerima Manager Program USAID Jalin Sumut, Harry Masyrafah bersama tim USAID-Jalin, di kantor Gubernur Sumut, di Medan, Selasa (15/10/2019).

“Ini sebuah kerja besar, yang membutuhkan keterlibatan multi-pihak, lintas sektor, dan berbagai OPD. Kita ucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian USAID-Jalin, namun bagaimanapun ini adalah tanggung jawab utama kita sebagai pemerintah,” ujar Musa Rajekshah.

Sebagaimana disampaikan Zul Fadhli, Regional Officer USAID Jalin North Sumatra, kepada waspadaaceh.com, Selasa (15/10/2019), saat pertemuan itu Wagub didampingi Sekdaprov, Sabrina, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nurlela, dan sejumlah perwakilan OPD terkait. Sedangkan dari tim USAID Jalin, hadir Nasril A Lubis, Zul Fadhli, dan Toga Nainggolan.

Menurut Zul Fadhli, Wagub Musa Rajekshah, dalam kesempatan itu mengatakan bahwa program kesehatan untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) perlu terus digalakkan, terutama di daerah-daerah terpencil. Untuk itu, Wagub berharap kerja sama dan dukungan dari semua pihak, termasuk dari pemerintah kabupaten/kota dan berbagai pihak terkait lainnya.

“Semua sektor harus bergerak. Kita berterima kasih ada teman-teman USAID yang turut memperhatikan ini, tetapi pada akhirnya kita yang bertanggung jawab melakukan ini. Artinya, sekalipun nanti program USAID-Jalin sudah berakhir, kegiatan dan terobosan untuk menurunkan AKI dan AKB jangan berhenti. Harus terus berkelanjutan,” kata Wagub Sumut itu.

Manager Program USAID Jalin Sumut, Harry Masyrafah, menyampaikan laporan kepada Wagubsu, ada tiga solusi lokal yang telah dijalankan dalam setahun terakhir. Antara lain program persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) yang difokuskan di Langkat, pembukaan akses pendanaan ke Bidan Praktik Mandiri (BPM) yang difokuskan di Deliserdang, dan kampanye kesehatan ibu dan anak (KIA) di seluruh Sumut.

“Melalui tiga program ini kita harapkan ada penurunan AKI dan AKB di Sumut,” ungkapnya.

Untuk tahun depan, Harry mengatakan, pihaknya akan lebih menekankan pada clinical approach (pendekatan klinis), termasuk dengan memperbaiki sistem rujukan, mentoring, dan pelatihan yang difokuskan di Deliserdang, Asahan, Mandailing Natal, dan Nias Selatan.

Hasil yang sudah dicapai, katanya, terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Langkat yang mengalokasikan dana desa untuk KIA, dan dihubungkannya para bidan dengan pihak perbankan, serta serangkaian workshop dan kegiatan kampanye.

Sementara Zul Fadhli, mengatakan kepada waspadaaceh.com, USAID Jalin Sumut telah memperoleh capaian dalam programnya, yakni melakukan inisiasi Perbup (Peraturan Bupati) Langkat tentang Pengunaan Dana Desa untuk Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir.

Mendukung FKM USU dalam pelaksanaan Praktek Belajar Lapangan Mahasiswa (PBLM) tematik Kesehatan Ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Langkat, proses akses pembiayaan Praktek Mandiri Bidan di Deli Serdang, pembentukan Forum Media Peduli Kesehatan Ibu dan Anak untuk kampanye, dalam rangka meningkatkan kepudilian masyarakat kepada ibu hamil dan bayi. (sulaiman achmad)

BERBAGI