Beranda Sumut Setelah Lakukan OTT, KPK Segel Ruang Kerja Wali Kota Medan

Setelah Lakukan OTT, KPK Segel Ruang Kerja Wali Kota Medan

BERBAGI
Kantor Wali Kota Medan di Jalan Raden Saleh Medan. (Foto/Ist)

Medan — Setelah melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) terhadap Wali Kota Medan, HT Dzulmi Eldin, KPK melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Wali Kota Medan dan ruang kerja Kepala Dinas PU, Rabu (16/10/2019).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, yang enggan memberikan komentarnya terkait kasus yang menimpa wali kota, dilaporkan melakukan konsolidasi kepada jajaran Pemko Medan.

Akhyar Nasution yang diserbu wartawan ketika menghadiri acara di Universitas Sumatera Utara (USU), pagi tadi, menolak berkomentar lebih jauh. Dia mengatakan akan melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu.

Berita Terkait: Terkait OTT Wali Kota Medan, KPK Amankan Rp200 Juta

“Nanti saja di kantor. Saya mau ke kantor. Mau konsolidasi dulu. Jangan dipaksa, saya tidak akan komentar juga,” kata Akhyar saat didesak wartawan, dan langsung masuk mobil dinas yang membawanya ke arah pusat kota.

Pantauan wartawan, KPK melakukan penyegelan pada ruang kerja Wali Kota Medan dan ruang kerja Kepala Dinas PU Kota Medan. Penyegelan lebih dulu dilakukan di ruang kerja Kepala Dinas PU.

Hingga kini, tim KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap enam orang yang diamankan di Polrestabes Medan. Sementara, Wali Kota Dzulmi Eldin, diketahui sudah diterbangkan ke Jakarta pada pagi tadi, menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Berita Terkait: Breaking News: KPK Operasi Senyap, Amankan Wali Kota Medan

Riwayat Karir Dzulmi Eldin

Sebelum menjabat Wali Kota, Eldin menjabat sebagai Plt Wali Kota Medan tahun 2014, setelah Wali Kota Rahudman Harahap divonis dalam kasus korupsi. Eldin sebelumnya menjabat wakil wali kota, saat Rahudman Harahap menjabat wali kota pada 2010-2013.

Dia kemudian maju berpasangan dengan Akhyar Nasution dalam Pilkada Medan pada tahun 2015. Sebelum berpolitik, Eldin pensiun dini dengan jabatan terakhir Sekda Kota Medan dan terakhir dengan golongan IV/E.

Selama memimpin Kota Medan, tidak ada pembangunan yang menonjol, kecuali pembangunan apartmen-apartemen mewah. Saat kampanye, Eldin berencana mengubah Belawan yang dikenal sebagai kecamatan kumuh, dengan menawarkan konsep Waterfront City seperti Singapura.

Namun, sejak dia terpilih menjadi Wali Kota Medan, hingga masa jabatannya sekarang, program itu belum terealisasi. (sulaiman achmad)

BERBAGI