Beranda Opini Mengenal Lebih Dalam Gerakan BEREH

Mengenal Lebih Dalam Gerakan BEREH

BERBAGI
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. (Foto/Ist)

“Untuk mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, rapi, estetis dan hijau, pendekatan aturan dan anjuran harus diimbangi dengan aksi membuka ‘jendela pikiran’ semua ASN di Aceh”

Oleh: Ir.Nova Iriansyah, MT

USAHA meningkatkan pelayanan publik oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh terus ditingkatkan. Kali ini, ruang lingkupnya diperluas hingga ke kabupaten – kota melalui Gerakan BEREH, akronim dari Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau.

Hal ini dikarenakan manfaat nyata dari aksi yang awalnya bernama BRI Hijau ketika diimplementasikan di lingkungan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terasa nyata. Berkerja menjadi lebih semangat, lebih cepat, dan semakin kompak, khususnya dalam menyiapkan RAPBA P 2019 dan RAPBA 2020.

Gerakan BEREH yang dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah kabupaten – kota ini bertolak dari kesadaran bahwa Aceh Hebat akan lebih baik lagi pencapaiannya jika kinerja ASN di provinsi hingga desa lebih baik lagi dari yang sudah-sudah.

Tentu kita harus bersyukur atas pencapaian yang sudah ada. Ini juga berkat kerja keras dan kerjasama ASN di seluruh Aceh. Namun, karena kita yakin masih bisa mencapai hasil kerja yang lebih baik lagi, maka rasa syukur terbaik adalah dengan terus memaksimalkan kinerja dalam berkerja membangun daerah.

Salah satu tantangan nyata adalah mewujudkan Aceh Hebat secara pentahelix, dimana tujuan bersama (Aceh Hebat) harus dilakukan secara bersama (kolaboratif) dengan berbagai pihak.

Kesadaran lain yang juga utama adalah dimungkinkannya menyegerakan manfaat pelayanan publik dari keberadaan berbagai sarana pemerintah terdekat dengan masyarakat, seperti sarana pendidikan, sarana kesehatan, termasuk juga kantor kecamatan dan kantor desa.

Jika seluruh sarana pelayanan publik ini berfungsi dengan baik niscaya setengah dari usaha menggapai Aceh Hebat segera terwujud. Hanya saja, dari beragam uji petik di lapangan, masih didapati fakta-fakta penghalang bagi terwujudnya kinerja pelayanan publik yang benar-benar maksimal.

Di lapangan terbukti level BEREH lingkungan kerja ASN baik di provinsi hingga ke desa semakin rendah dan nyaris bersifat simbolis saja. Fakta ini ternyata tidak cukup lagi diatasi dengan imbauan sekalipun instruksi yang disertai sanksi. Harus dengan gerakan yang terpimpin yang secara langsung memastikan aksi BEREH dijalankan dengan sesegera mungkin.

Dengan kata lain, untuk mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, rapi, estetis dan hijau, pendekatan aturan dan anjuran harus diimbangi dengan aksi membuka “jendela pikiran” semua ASN di Aceh. Pada saat yang sama diberi keteladanan langsung oleh atasan sekaligus oleh tempat kerja pimpinan.

Artinya, jika lingkungan kantor gubernur, kantor bupati, kantor kecamatan, dan kantor kepala desa belum BEREH, maka sulit menggerakkan kantor SKPA/SKPK, rumah sakit, Pukesmas, Pustu, sekolah dan lainnya ikut BEREH.

Untuk itu, semua ASN termasuk pemimpin yang dipilih oleh rakyat harus memiliki kesadaran penuh bahwa pelayanan publik yang maksimal sangat ditentukan pada BEREH tidaknya lingkungan kerja. Jika ASN cakap mengurus diri dan lingkungan kerjanya, maka hampir dapat dipastikan cakap juga dalam mengurus orang lain.

Gerakan BEREH yang saya inisiasi dan ditindaklanjuti oleh Sekda Aceh, Taqwallah, dengan cara “turun gunung” dan berkoordinasi dengan Pemkab dan Pemko ini, harus bisa menjadi gerakan awal pembuka jalan sekaligus pembuka gerak.

Selanjutnya secara “matic,” harus menjadi milik kabupaten-kota yang dipimpin langsung oleh kepala daerah yang digerakkan oleh Sekda masing-masing. Seterusnya harus pula secara “matic” dipimpin langsung oleh diri sendiri sebagai ASN.

Jangan lagi hanya karena perintah atau karena ada reward atau sanksi. Melainkan harus secara otomatis digerakkan oleh kesadaran sebagai abdi negara dan pelayan rakyat, bahkan sebagai hamba yang memang wajib menjaga kebersihan, kerapian, keindahan dan ke-hijau-an.

Tanda-tanda kesuksesan Gerakan BEREH sudah mulai terlihat. Selain sukses diterapkan di lingkungan SKPA, kini mulai juga diterapkan di sejumlah Pukesmas dan juga di kantor kecamatan. Terkini, gerakan BEREH sukses diterapkan di Kantor Kecamatan Gunung Meriah, Singkil dan Ketambe, Aceh Tenggara dan lainnya meski masih perlu disempurnakan lagi.

Dengan dukungan ASN yang berkinerja baik, semakin maksimal dalam memberi pelayanan publik, maka upaya menghadirkan inovasi yang didukung teknologi, atau usaha mewujudkan Aceh Smart Province makin mudah serta cepat diterapkan dalam kerja-kerja melayani untuk membangun daerah.

Kondisi ASN berkinerja juga mendukung pimpinan yang tugasnya berpikir sehingga bisa lebih progresif lagi dalam usaha nyata mewujudkan visi dan misinya yang sudah dipercaya rakyat melalui Pilkada. (**)

  • Penulis: Pelaksana Tugas Gubernur Aceh
BERBAGI