Emak-emak di Bireuen Antri Gas 3Kg

    BERBAGI
    Sejumlah warga antri untuk membeli gas melon di samping sebuah kedai kawasan Simpang Reuleut,  Kota Juang, Bireuen, Jumat (11/10/2019), saat menjelang maghrib. (Waspada/Abdul Mukthi Hasan/B)

    Bireuen (Waspada Aceh) – Ibu-ibu rumah tangga serta bapak-bapak terpaksa mengantri untuk mendapatkan (membeli) gas 3kg (gas melon) di pasar Reuleut, Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat sore (11/10/2019).

    Dari pengamatan Waspadaaceh.com, sejumlah ibu-ibu dan bapak,  berdiri berjejer di pinggir jalan hingga beberapa jam, sambil memegang tabung gas warna hijau.

    “Kasihan kita lihat masyarakat kita, untuk mendapat satu tabung gas harus mengantri panjang menjelang maghrib  begini,” kata Fasha Ramadhan, warga Gampong Meunasah Di Gadong, kepada Jumat.

    Fasha menyebutkan, antrian panjang warga untuk mendapatkan satu tabung gas itu,  menandakan persoalan kebutuhan masyarakat belum mampu diatasi pemerintah. “Kapan masalah kelangkaan gas dapat diatasi pemerintah, sehingga masyarakat tidak susah lagi untuk mendapatkan,” tanyanya.

    Terkadang yang menyakitkan lagi, harga gas tersebut lebih tinggi dari HET, yakni pertabung kecil gas bersubsidi 3 kg Rp18.000/tabung. “Yang jelas kesannya tidak ada kemenangan bagi rakyat,” kata Fasha. (Mukthi)

    BERBAGI