Beranda Nasional 15 Tahun Tsunami Aceh Berlalu, 5 Pelari akan Dedikasikan 250 Km

15 Tahun Tsunami Aceh Berlalu, 5 Pelari akan Dedikasikan 250 Km

BERBAGI

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Memiliki mimpi dan masa depan adalah harapan dari ratusan anak di Aceh. Tak dapat menolak lupa peristiwa 15 tahun lalu, mereka jadikan kenangan itu sebagai awal kebangkitan untuk mengejar cita-cita, mengubah duka menjadi kemenangan.

Melewati masa pemulihan dari pilu, kini mereka yang dikenal tsunami survivor tengah bersiap diri meningkatkan kapasitas untuk maju bertarung di dunia kerja dan masyarakat, kata Gregor Hadi Nitihradjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia, dalam siaran persnya yang diterima Waspadaaceh.com, Rabu (2/10/2019).

SOS Children’s Villages Indonesia, lembaga non pemerintah yang fokus kepada pengasuhan anak berbasis keluarga, merupakan lembaga yang hingga kini bekerja bagi anak-anak dan keluarga di Aceh. Berdiri sejak 1949 di Wina, Austria, SOS Children’s Villages kini ada di 135 negara termasuk Indonesia.

Setahun pasca bencana, dua desa anak didirikan di Lamreung – Aceh Besar/Banda Aceh dan Meulaboh – Aceh Barat yang menjadi rumah bagi 250 anak.

Mendengar perjuangan anak Aceh, menggerakkan langkah kaki lima pelari Run To Care untuk melanjutkan misi kebaikan. Nicky Hogan (Book Author, Charity Runner), Carla Felany (Sports Enthusiast, Charity Runner), Gatot Sudariyono (Charity Runner), Vonny Anggraini (Actor, Charity Runner), dan Beny Syaaf Jafar (Charity Runner).

Mereka berinisiatif untuk berjuang kembali menjadi pemenang menyelesaikan jarak 250 Kilometer untuk 250 anak Aceh, dengan rute lari dari Meulaboh (ground zero titik tsunami) menuju Banda Aceh dan finish disambut oleh anak-anak SOS Children’s Village Banda Aceh.

Perhelatan yang digelar pada tanggal 18 – 21 November 2019 ini akan terbagi dalam empat etape, yang masing-masing akan ditempuh sejauh 65 Kilometer oleh kelima pelari. Mengulik kembali kenangan tsunami, rute yang akan dilalui akan melintas pemandangan indah Gunung Geurutee dan beberapa monumen peringatan tsunami di Banda Aceh.

“Bencana alam menjadi salah satu faktor anak-anak kehilangan hak mereka mendapatkan pengasuhan dan pendidikan. Tsunami 26 Desember 2004 menjadi awal kerja SOS Children’s Villages di Aceh dan hingga hari ini, perjuangan membantu ratusan anak dan keluarga terus dilanjutkan melalui program Family-Like Care dan Family Strengthening.”

“Dukungan datang dari berbagai kalangan melengkapi tugas kami memberikan keluarga dan kesempatan mengembangkan diri bagi masa depan 250 anak. Bangga luar biasa saya sampaikan kepada lima pelari hebat Run To Care yang kembali berlari bagi kemanusiaan dengan jarak 250 Km,” ujar Gregor Hadi Nitihradjo.

Mengusung tagline #AnakAcehHebat, kelima pelari hebat melibatkan publik dalam penggalangan dana yang dilakukan melalui crowdfunding. Dimulai pada tanggal 25 September hingga 30 November 2019. Publik dapat ikut berdonasi melalui website runtocare.com yang akan mewujudkan biaya pengasuhan, pendidikan dan kesehatan bagi 250 anak di Banda Aceh dan Meulaboh.

Saat ini, SOS Children’s Villages Indonesia mengasuh dan menaungi lebih dari 5.400 anak yang tersebar di 10 kota di Indonesia yaitu; Lembang, Jakarta, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Tabanan, Maumere, Banda Aceh, Meulaboh dan Medan. (Ria)

BERBAGI