Beranda Sumut Konflik dengan Manusia, Orangutan dari Batang Paya Jalani Perawatan Intensif

Konflik dengan Manusia, Orangutan dari Batang Paya Jalani Perawatan Intensif

BERBAGI
Orangutan yang terluka dari Batang Paya, Tapanuli Selatan, yang mendapat perawatan intensif di Pusat Rehabilitasi Orangutan Sumatera di Batu Mbelin. (Foto/Ist)

Medan — Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Padang Sidempuan dilaporkan melakukan evakuasi terhadap satu individu Orangutan, di Dusun Paske, Batang Paya, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara Kamis (19/9/2019). Evakuasi tersebut dilakukan bersama tim dari Orangutan Information Center (OIC).

Informasi yang dihimpun waspadaaceh.com, Jumat (20/9/2019), evakuasi Orangutan itu berdasarkan informasi masyarakat Batang Paya. Lokasi jarak dari Dusun Paske ke lokasi evakuasi Orangutan itu sekitar 3 Km ke arah kebun warga.

Kondisi Orangutan yang dievakuasi terdapat bekas luka tembak, diperkirakan sudah lama. Saat ini, Orangutan tersebut dibawa ke Medan dan dalam karantina OIC.

Informasi yang dihimpun, konflik ini telah lama terjadi di Batang Paya dengan manusia. Diperkirakan Orangutan ini berasal dari sekitar kawasan yang sekarang menjadi lahan tambang yang berada di Batangtoru.

Sejak tahun 2009, hutan di kawasan Bukit Purnama tersebut dibabat untuk pertambangan, sehingga Orangutan berpindah-pindah dari satu kawasan ke kawasan lainnya. Bahkan sebagian masuk ke areal perkebunan petani, yang terkadang dapat menimbulkan konflik.

Berbagai kearifan lokal masyarakat di Kecamatan Sipirok, Marancar dan Batangtoru (Simarboru), sejak puluhan tahun diketahui sudah bersahabat dengan Orangutan.

Bahkan saat musim buah, Orangutan datang ke perkebunan masyarakat dan selalu akur. Hal ini pula yang menjadi dasar menjaga kelestarian Orangutan di sana.

“Kasus seperti ini, baru ini saya dengar. Ini tadi saya hubungi BBKSDA. Kadesnya belum, lagi rapat. Saya rasa sama lah itu,” kata Camat Sipirok, Sarbin Hasibuan, kepada wartawan.

Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi, melalui siaran pers yang diterima Waspada, Sabtu (21/9/2019), menyebutkan, BBKSDA Sumut akan memonitor Orangutan tapanuli tersebut selama mendapatkan perawatan intensif di PKOS.

“Harapannya segera pulih dan dapat dilepasliarkan kembali apabila dinyatakan layak oleh tim medis,” kata Hormauli Sianturi.

Hotmauli juga mengatakan, BBKSDA Sumut melakukan upaya-upaya sbb;
Bersama mitra akan meningkatkan upaya perlindungan, penyadartahuan (sosialisasi) dan pendidikan ke masyarakat tentang mitigasi konflik manusia dengan orangutan sebagai salah satu upaya penyelamatan populasi Orangutan Tapanuli di lansekap Batang Toru.

Merancang koridor satwa khususnya Orangutan tapanuli yang sudah dimasukan dalam RTRWK Tapanuli Selatan, Membentuk Forum Kolaborasi KEE Batang Toru bersama multipihak, menyusun Renstra KEE Batang Toru dan bersama LITBANG KLHK Aek Nauli melakukan penelitian Orangutan Tapanuli. (sulaiman achmad)

BERBAGI