Beranda Wisata & Travel BPKS Sosialisasi Halal Tourism

BPKS Sosialisasi Halal Tourism

BERBAGI

Sabang (Waspada Aceh) – Potensi wisata halal semakin diminati turis manca negara, kata Plt Kepala BPKS, Razuardi, dalam kata sambutanya dalam acara Sosialisasi Wisata Halal (Halal Tourism) di Mata Ie Risort Sabang, Selasa (17/9/2019).

Kata Razuardi, pariwisata halal merupakan suatu segmen yang sangat atraktif dan berkembang dengan cukup pesat. Pada tahun 2014, pasar wisatawan Muslim di dunia memiliki 108 juta perjalanan wisata, yang telah berkontribusi sebesar 10 persen dari keseluruhan ekonomi pariwisata dunia. Hal itu juga berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Sabang.

Jika dilihat melalui industri pariwisata halal saat ini, lanjut Plt Kepala BPKS, yang berkembang tidak hanya berhubungan dengan produk halal seperti makanan ataupun minuman non-alkohol dan no pork (tidak mengandung babi), tetapi juga pelayanan yang halal. Seperti tidak adanya unsur pembohongan atau penipuan maupun ada informasi yang ditutup-tutupi kepada pengunjung.

“Dan Kota Sabang adalah salah satu lokasi objek wisata halal yang sangat diminati oleh wisatawan,” kata Razuardi.

Wisata halal juga dipandang sebagai sebuah potensi yang sangat positif dan harus tetap dipertahankan, khususnya di Kota Sabang, yang sudah sangat terjamin keamanan, kenyamanan dan makanan halalnya.

Badan Pengusahaan Kawasan Bebas Sabang (BPKS), kata Razuardi, melaksanakan kegiatan Sosialisi Wisata Halal (Halal Tourism), bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pelaku bisnis pariwisata Sabang. Baik restoran, hotel, biro travel dan jasa wisata lainnya.

“Pelaku pariwisata agar selalu memperhatikan standar halal dalam rangka menarik minat wisatawan untuk datang dan berlama di Sabang. Salah satu contohnya adalah kebersihan dan standar halal lainnya,” ujarnya.

Menurut Razuardi, terhitung sejak tahun 2015, industri wisata halal tumbuh pesat dibandingkan dengan jenis wisata lainnya. Dengan pertumbuhan yang pesat itu tentunya pangsa pasar semakin luas pula, tapi tentu harus ada inovasi supaya kualitas wisata menjadi lebih baik.

“Bila berbicara pariwisata maka nama Sabang atau Pulau Weh (Weh Island) sudah dikenal baik di dalam negeri maupun luar negeri dengan wisata halalnya. Hal ini dapat ditandai dengan banyaknya minat turis asing dan domestik untuk datang langsung menikmati keindahan Sabang yang memiliki 23 spot diving terindah dan yang mungkin tidak dimiliki oleh negara lain,” tegas Razuardi.

Selain unsur managemen BPKS, turut hadir dalam acara tersebut seluruh unsur Forkopinda dan Pemerintah Kota Sabang, serta dihadiri oleh Kabid Pengembangan Usaha Pariwisata Disbudpar Aceh, Ismail dan Kepala Tim Percepatan Wisata Halal Aceh, Iskandar Majid, serta puluhan pelaku dan usaha wisata dan diving se Kota Sabang. (Ria)

BERBAGI