Beranda Nasional BKSDA Sumut: Harimau Sumatera Terdeteksi Sekitar 50 Ekor

BKSDA Sumut: Harimau Sumatera Terdeteksi Sekitar 50 Ekor

BERBAGI
FOTO ILUSTRASI. Penampakan Harimau Sumatera di kawasan Gunung Sengkarong, Aceh Selatan, beberapa bulan lalu. (Foto/Ist)

Medan — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, berencana akan melakukan survei okupansi Harimau Sumatera di Suaka Margasatwa Siranggas, Kabupaten Pakpak Bharat dan Suaka Margasatwa Dolok Surungan di Kabupaten Asahan.

“Survei okupansi Harimau Sumatera akan dilaksanakan selama tujuh hari dari 24 September sampai 9 Oktober 2019 di empat grid area survei di Siranggas dan enam grid area survei di Dolok Surungan,” kata Kepala Balai BKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi, kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Lokasinya, kata Hotmauli, dipilih sesuai sejarah konflik antara kucing besar itu dengan manusia. Survei juga akan dilakukan oleh lima tim dengan tujuan pengumpulan data terkini populasi Harimau Sumatera dan habitatnya.

“Nantinya, hasil survei okupansi Harimau yang mencakup kawasan konservasi berikut kawasan hutan lindung dan hutan produksi penyangganya tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam merumuskan strategi konservasi Harimau Sumatera,” ujarnya.

Pelaksanaan survei okupansi harimau sumatera yang dikoordinir oleh BBKSDA Sumatera Utara dan Project Implementation Unit Sumatran Tiger Project tersebut didukung oleh Forum Harimau Kita, Yayasan SINTAS Indonesia, dan WCS-IP Leuser Landscape.

Hasil monitoring pemantauan melalui camera dan jejak, jumlah populasi Harimau Sumatera diperkirakan 40-50 ekor. Dengan sebaran di Barumun 8 ekor, Palas 5 ekor, Batangtoru 6 ekor, Madina 6 ekor, Asahan-Labura 5 ekor, Tobasa 2 ekor, Langkat 1 ekor, Simalungun 2 ekor dan Karo 1 ekor. (sulaiman achmad)

BERBAGI